Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Pilihan

25 3 0
                                        

"Hai Nona, sudah sadar?"

Suara yang sangat menyeramkan.

"Ss-siapa kau! mengapa kau lakukan ini padaku, lepaskan aku sekarang juga!"

"Tenanglah Nona, aku disini untuk melaksanakan tugasku, jika tugasku selesai kau akan kulepaskan."

"Lepaskan aku sekarang juga brengsek!"

"Sopanlah sedikit padaku nona, jangan membuatku marah atas perlakuanmu"

"APA YANG KAU INGINKA-- ARGGGHHH SAKIT"

Mataku
dia menancapkan cutter ke mata kiriku.
rasanya, aku buta seketika.

Aku tak mengenalinya, dia memakai jubah hitam berperawakan tinggi besar, dia seperti...
Malaikat maut.

"Tolongg... Bunuh aku sekarang saja, jangan seperti ini...hiks hiks"

"Ini terlalu awal untuk mati Nona, kau harus membayar apa yang telah kau lakukan, dan apa yang telah aku lakukan padamu bahkan belum membayar separuh perbuatan biadab mu dulu."

Samar samar mata kanan ku melihat dia berjalan keujung ruangan.
Apa yang akan ia lakukan? apa dia akan pergi meninggalkanku?
Kuharap dia segera pergi, karena kedatangannya adalah penyiksaan bagiku.

Sial!
Dia mengambil benda diujung ruangan itu, dia berjalan lagi kearah ku.
Dia membawa paku berkarat

"A-apa lagi yang akan kau lakukan hiks..hiks"

"Berhentilah menangis Nona" ucapnya sambil membelai rambutku
"Air matamu itu tak berguna disini"

"Kumohon... bunuh aku sekarang! jangan perlahan lahan seperti ini, aku seperti berada dineraka--ARGGHHH MATAKU"

Dia menusuk mata kananku dengan paku berkarat itu, dan membiarkan paku itu menancap dimataku.

"Ini bukan neraka Nona, Ah anggap saja kau latihan menuju neraka.
Karena orang sepertimu tak pantas ada di surga hahahaha"

Suara tawa ini aku benar benar pernah mendengarnya...
Persetan dengan hal itu, rasanya aku benar-benar sekarat, mataku memang tak lagi mengeluarkan air mata, karena darah segar mengalir deras dari kedua mataku.

"Sekarang ku beri dua pilihan, Nona memilih aku atau kamu?"

Aku terdiam
Rasa sakit ini membuatku tak sadar kalau dia sedang berbicara kepadaku

"Aku hanya melukai matamu Nona, tapi kenapa telingamu juga ikut tuli? Ah aku paham, kau tak ingin mendengar suaraku kan Nona?
Baiklah akan kubuat kau tak bisa mendengar apapun"

"Ku--kumohon hentikan." ucapku lirih, tenagaku terkuras habis.

"Akan semakin menyakitkan Nona, kalau kita berhenti ditengah-tengah.
Aku akan menyelesaikan ini di hari ini juga, karena ada banyak orang yang harus kujemput sepertimu"

Dijemput sepertiku?
Apa dia benar-benar seorang malaikat maut?

perfect killerStories to obsess over. Discover now