Di sela sela gedung bertingkat mewah terdapat sebuah rumah dari terbuat kardus dan terpal yang tak layak di sebut tempat tinggal atau rumah. Di tempat itu ada dua anak kecil yang tinggal di tempat itu, mereka adalah dua saudara kandung yang telah di buang oleh kedua orang tua mereka yang tidak bertanggung jawab. Selama berbulan bulan mereka hanya memakan makanan sisa atau makanan yang diberikan dari orang berhati baik, akan tetapi karena mereka lebih sering memakan makanan sisa entah itu layak atau basi. Anak perempuan yang bernama Sara merupakan adik dari seorang anak laki laki yang bernama Lucas. Sara mengalami sakit perut yang teramat sakit, dia tidak pernah merasakan dalam hidupnya sesakit itu. Mungkin karena dia lebih banyak mengonsumsi makanan yang tidak layak. Lucas melihat adiknya kesakitan tidak punya pilihan lain selain membawakan obat yang sesuai dengan adiknya atau membawanya ke rumah sakit. Tetapi bagi mereka makan saja susah sekali, Lucas pun berpikir untuk mencuri uang atau disebut mencopet.
Lucas pun bertekad akan membelikan obat kepada adiknya walaupun caranya halal maupun haram. Lucas berjalan diantara orang orang dewasa berlalu lalang. Dia pun mendapatkan mangsanya yaitu dua pasangan dewasa dengan baju dan jaket yang cukup mewah di mata Lucas. Salah satu dari mereka yaitu sang Pria memiliki kantong jaket yang mengeluarkan sedikit tonjolan ujung dompet kulit coklatnya. Tangannya mendekat ke arah kantong saku dikarenakan ini pertama kalinya Lucas mencopet atau mencuri. Ia pun tahu kalau dilakukan nya salah tapi mau gimana lagi, Ia harus melakukannya agar adiknya sembuh. Tangannya gemetaran tapi nasib sial menimpanya, Pria tersebut duluan menyadarinya. Pria itu menangkap tangan kurus nan kecil Lucas. Pria itu pun melihat anak kecil dihadapannya dengan wajah serius, sementara Lucas mukanya menjadi pucat daripada sebelum sebelumnya.
"Hei, anak kecil kenapa kamu melakukan itu?" Kata pria itu. Lucas nundukkan kepalanya.
"Maafkan saya, Tuan. Saya terpaksa melakukannya demi adik saya" jelasnya sambil menunduk kepalanya karena takut melihat pria itu.
" Mengapa kamu harus mencuri? Bagaimana orangtua mu mereka pasti kecewa karena anak mereka adalah tangan panjang" jelas pria itu agak meninggikan suaranya. Sementara istri merasakan rasa iba kepada anak yang menunduk kepala.
"Sayang, tolong bicara dengan lembut. Dia masih anak anak" jelas istrinya dengan lembut.
" Baiklah,Nak. Mari kita bertiga makan di restoran itu sambil berbincang-bincang tentang apa yang kamu perbuat" ajak istri sambil menunjukkan jari ke arah restorang tak jauh dari mereka.
Suaminya hanya diam dan masih menggenggam tangan kecil Lucas. Suami nya pun hanya menuruti istrinya, dan merekapun berjalan bersama ke arah restoran yang di sebut tadi. mereka pun duduk yang jauh dari tempat keramaian. Setelah duduk, pria itu memesan makanan yang serupa untuk mereka bertiga tanpa adanya berkomentar. Setelah pelayan pergi karena sudah mencatat pesanan mereka, istri pun pertama kali berbicara.
" Nak, Sekarang kamu tinggal dimana?" Tanya lembut wanita itu tetapi Lucas hanya diam.
Wanita itu cukup bersabar ketika anak itu hanya mengkacangi dia, dia pun bertanya lagi.
"Untuk apa kamu melakukan hal itu?" Tanya wanita itu lagi, tetapi sekarang Lucas menjawabnya sambil menatap mata wanita itu.
" Untuk membeli obat" jawab Lucas dengan singkat.
" Kenapa kamu tidak meminta kenpada orang tuamu,dan untuk siapa obat itu?" Tanya wanita itu lagi.
"Untuk adik saya yang sakit perut" jawabnya.
" Kenapa tidak minta kepada orang tuamu saja?" Tanya yang sama dari wanita itu, lalu Lucas menjawab,
