Siapa telah menyayat cinta
Merasuk jiwa hingga luka
Membuat hampa rasuki raga
Timbul diam linglung seketika
Siapa telah ungkit cerita lama
Mengakar hebat dalam jiwa
Hingga berceloteh dengan asa
Abadi menyatu dengan raga
Mengapa kau mengerat cinta
Kala kita lintasi sudut kota
Sampai pada suatu masa
Kita tinggallah fatamorgana
Siapa telah tanam rasa
Jika nanti suatu masa
Kau hilang tinggal nestapa
Hingga muncul bekas luka
Banyak luka jua tenaga
Rasa kian makin terlena
Terbuai mesra indahnya asmara
Seolah muncul setiap harinya
Namun jika ini asmara
Kenapa hadirnya mengundang luka
Bukankah harusnya tawa
Buat orang makin bahagia
Cinta harus dibuktikan
Bukan hanya perkataan
Melainkan ada tindakan
Diwujudkan menjadi kenyataan
Diam dalam lamunan
Seolah jadi pilihan
Akan hati yang tak sejalan
Namun dipaksa untuk beriringan
Bisu bukan jaminan
Diam tanda kegelisahan
Bersatu dengan lamunan
Ungkapan hati yang tertahan
Bungkam tanpa diekspresikan
Walau ingin dinyatakan
Namun pantang diungkapkan
Lirih sendu kian tak tertahan
