Suara motor mulai terdengar di pagi hari , membuat seorang lelaki dengan rambut hitam legam terbangun dari tidur nyenyak nya .
" WOE BANGSAT ! BERISIK " teriaknya kepada seseorang di depan rumahnya yang sedang menyengir lebar tak bersalah .
" wew , chill mark lee , baru bangun lo ? Cepetan anjir udah telat ini " sahut seseorang dibawah sana .
" ha ? Apaan dah cas belom jug- " belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya , tiba-tiba suara lantang dan mengelegar memotong kalimatnya .
" MARK AYO CEPETAN MANDI KAMU MOS KAN HARI INI "
" LOH BUNDA KOK GAK NGINGETIN MARK SEMALEM " sahutnya tak terima karena merasa tekah di salahkan
Bunda lee tidak menjawab , dia hanya berjalan lurus ke arah kamar milik pemuda berketurunan kanada tersebut
" mark ayo sana , gak usah mandi udah jam segini , lucas juga udah nungguin tuh , kalo lima menit gak turun , aipon kamu bunda cegat dulu " ancamnya kepada anak sulung nya tersebut
" idih si bunda ngancem nya , iya oke mark turun " balas nya tak mau kalah .
— perfect scenario —
" cas , gue iri deh sama lo " ujar Mark yang sedang dalam perjalanan ke sekolah baru bersama Lucas mengendarai motor yamaha R25 yang harga nya gak main main buat anak sekolahan kayak mereka .
" nape dah mark , toh gue biasa aja , ya paling gantengan gue sih di banding lo , tapi kita sama kok , tenang ayah gue ayah lo juga Mark " jawab Lucas dengan percaya diri dan sepenuh hati
Lucas bukanlah orang yang memiliki kepekaan yang tinggi , tapi jika Mark yang ngekode , ya Lucas nya langsung peka , biasa deket sejak lahir ya gini punya ikatan batin .
" tengkyu cas , lo paling pengertian di dunia " sahut Mark dari belakang yang terus memeluk Lucas ala sahabat
" mah mah kakak kakak nya pacaran-! " ujar seorang anak kecil di samping mereka dengan wajah polos
Mark yang merasa di tunjuk pun segera sadar dan menepuk keras pundak Lucas
" cas cepet cas , gue masih demen sama yuqi " ucap nya asal
" Mark bangsat " Ujar Lucas dalam kecepatan yang tidak bisa dikira
— perfect scenario —
Sinar matahari menyambut hangat seluruh warga sekolah yang baru datang , ada yang mengeluh karenanya dan ada pula yang sebalik nya , begitu pula Mark dan Lucas yang sedari tadi hanya termanggu melihat sekolah baru mereka
" ampas cas , bening bening ini kakel nya " ujar Mark kepada Lucas , mereka sekarang sudah berada di lapangan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat MOS . Entah memang Mark yang beruntung atau Lucas yang menang kali ini , mereka tidak perlu mengikuti masa orientasi siswa karena mendapat beasiswa dengan nilai yang memuaskan .
Jangan kira Lucas yang tampan tapi bobrok serta Mark yang kalem tapi gampang emosi itu anak berandalan yang gak punya attitude , mereka bahkan menjadi anggota osis inti hanya dengan pidato singkat nya .
" Mark kantin yok , denger denger ada kakak kelas akhir yang cakep nya melebihi yuqi " sahut nya yang dengan cepat menarik bahu Mark .
Mereka berdua berjalan melewati koridor yang penuh dengan tatapan mata mengintimidasi , namun seperti biasanya Mark dan Lucas tak menghirau kan tatapan mereka .
Baru setengah jalan menuju ke kantin sekolah , Lucas dan Mark sudah terlebih dahulu di tahan oleh kakak kelas mereka
"oit dek , gak mau kenalan sama gue ? Jarang jarang loh gue rendah hati buat kenalan sama orang " ucapnya dengan tingkat kepercayaan diri yang sudah di atas
'kim doyoung'
Itu yang tertulis di nametag lelaki bergigi kelinci tersebut
" cot kakak kelas kita nih ? pede nya plis "
" idie , ogah ogahan gue dapet kakel kayak gitu , pindah sekolah skuy ? "
— perfect scenario —
YOU ARE READING
perfect scenario
Random" nama gue Doyoung , mau kenalan gak ? jarang loh gue ngenalin diri ke lo semua " -kim doyoung " cot kakak kelas kita nih ? pede nya plis " -wong yukhei " idie , ogah ogahan gue dapet kakel kayak gitu , pindah sekolah skuy ? " -mark lee " BUJON...
