Sepulangnya kami dari Klan Komet Minor, kegiatan kami menjadi sangat padat. Kami harus bolak-balik ke Klan Bulan, lalu ke Klan Bumi, kemudian ke Klan Bulan lagi. Belum lagi tugas yang menumpuk sejak minggu kemarin, membuat kami harus datang pagi-pagi ke sekolah, kerja kelompok, persiapan ujian tengah semester sebulan lagi. Hanya Ali yang menguap tak peduli dengan semua itu, entah apakah ia akan naik kelas atau tidak.
Begitu aku membuka pintu rumah, Mama yang sedang tidur di sofa ruang tengah langsung terbangun, berlari memelukku erat-erat. Aku balas memeluknya. Mungkin aku pergi lebih lama daripada petualangan yang sebelumnya, membuat Mama cemas. Saat itu aku kembali ke rumah saat malam hari, hampir pukul dini hari. Sedangkan si Putih, kucingku, sedang tertidur tanpa menyadari aku yang kembali ke rumah. Aku rindu suasana rumah ini.
Miss Selena memberikan waktu kepada kami untuk beristirahat sebelum akhirnya kembali ke sekolah saat hari senin, mengejar pelajaran. Beruntung Miss Selena memberikan izin. Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota membuat badanku remuk, mati rasa. Walaupun sudah kuobati dengan teknik penyembuhan, itu tidak bertahan lama.
Ali, entah apa yang dilakukan biang kerok itu. Aku yakin ia tidak beristirahat. Petualangan kami ke Klan Komet Minor seakan membuat kepala Ali meledak, banyak teknologi yang ingin ia pelajari. Atau mungkin Ali memperbaiki ILY yang semakin lama semakin cerewet. Soal pelajaran, ia tak peduli. Dia memang genius sejak berumur enam tahun, tapi ia seharusnya tidak menyepelekan pelajaran untuk kenaikan kelas.
Batozar, entah dia ada dimana sekarang. Begitu kembali dari ruangan Bor-O-Bdur memberikan si Tanpa Mahkota kepada si kembar ceros, Batozar segera berteleportasi lewat portal cermin. Aku tahu, Batozar belum ingin menemui petinggi Klan Bulan, apalagi menyerah. Bisa saja Batozar melanjutkan kegiatan melukis di tempat "persembunyian" nya setelah ia kembali mengingat wajah istri dan anaknya.
Begitu suasana dirumahku kembali normal, Papa memutuskan untuk tidak bertanya tentang perjalanananku di dunia paralel. Aku memang izin untuk pergi ke Klan Matahari, tapi siapa sangka petualangan kami jadi berpindah tempat ke Klan Komet dan Klan Komet Minor. Papa memutuskan untuk membahas tentang pekerjaannya, atau tentang kuliah yang akan ku jalani.
Sesungguhnya, petualangan ini takkan pernah ada ujungnya.
***
Setelah Batozar berpindah tempat menggunakan portal cermin, kami bergegas pergi ke Klan Bulan untuk menemui Av dan Miss Selena. Semoga Faar masih ada di sana, kami harus menyampaikan informasi ini, terkait selesainya masalah si Tanpa Mahkota.
Aku membuka portal menuju Klan Bulan menggunakan Buku Kehidupan, menuju Perpustakaan Sentral, seksi terlarang.
"Astaga! Raib, Seli, Ali! Kalian kembali!" Faar menyambut kami, berseru takjub.
"Faar!" Seli berlari memeluk Faar.
Av, Miss Selena, Panglima Tog, Ketua Konsil Matahari, dan Ilo menghampiri kami bertiga. Sepertinya mereka kembali dari Klan Matahari setelah Tamus dan Fala-Tara-Tana IV berhasil dialihkan. Mereka mengadakan pertemuan mengenai kami yang hilang ketika masuk ke portal yang dibuat oleh bunga matahari.
Masalah pertama disebabkan oleh Ali.
"Ali! Seharusnya kau di saat itu tidak menyusul si Tanpa Mahkota ke dalam portal. Kalian seharusnya mencegah nya, bukan menyusulnya. Aduh, bagaimana kalau ia menyerang kalian, lantas melukai kalian selama di sana? Aku sudah melarangmu berkali-kali untuk melakukan sesuatu sesuai rencana!"
Ali yang diceramahi hanya bersedekap tenang, tidak merasa terganggu sedikitpun. Sebelum membuka portal, aku melihatnya memasang sesuatu ke telinganya. Mungkin penutup telinga teknologi tinggi. Apa tujuannya ia memasang penutup telinga?
ŞİMDİ OKUDUĞUN
•° Kembali °•
Hayran KurguKami kembali. Selepas berakhirnya pertarungan kami melawan si Tanpa Mahkota di Klan Komet Minor, kami akhirnya menjalani hari-hari yang normal selayaknya remaja. Disini, di Klan Bumi, bersama sahabat terbaik ku. Kami tidak tahu apakah ini sudah bera...
