"kane bay"

7 0 0
                                        

   Di suatu pedalaman bernama desa Kunto terdapat seorang pemuda bernama Andi yang hidup sebagai seorang penggembala Kambing. Andi adalah seorang pemuda yang hidup sendiri setelah neneknya meninggal 2 tahun lalu. Kedua orang tua Andi telah meninggal saat perang desa datang dan menghancurkan kehidupan mereka yang awalnya tentram.

   Kini dia hidup sendiri dan menggembala kambing peninggalan neneknya untuk diperas susunya dan dijual ke pasar di kota. Setiap hari ia menggembala di bukit di dekat rumahnya. ia sering pergi  berteduh di puncak bukit yang sangat sejuk dikala menggembala kambing di tengah hari. Dengan secangkir teh yang ia bawa menggunakan termos kecil dari rumahnya, ia menghela nafas panjang untuk merenungkan suatu kebahagiaan sejenak.

   Saat kembali dari menggembala ia memeras susu kambing untuk dijual dikesokan harinya. lalu ia tidur setelah mengembalikan kambing kambingnya ke kandang. Dia tidur diatas kasur yang sudah tidak lagi empuk untuk dipakai, memang karena sudah sangat lama dipakai dan belum diganti sejak bertahun tahun lalu. Dengan hembusan angin malam dari jendela ia memejamkan mata dan berarap esok hari akan menjadi hari yang menyenangkan.

   Esok harinya di saat petang, saat azan berkumandang dan membangunkan Andi dari tidurnya. Ia dengan perasaan senangpun bangun dan bergegas untuk solat shubuh dan membereskan susu kambingnya untuk dibawa ke kota, dengan membawa susu dengan gerobak beroda 2 dan ia tarik menggunakan tangan.

   Sesampainya di kota ia menghampiri toko susu dan menjual susu kambingnya. setelah ia menjual susu kambing itu ia menemukan sebuah permata di dalam kotak yang tertindih termos susu kambinga yang lumayan besar. Dan kotak itu juga menyimpan sebuah surat dari ayahnya.

   Saat membaca kertas itu Andi dengan kagetnya ia sangat senang setengah haru karna itu adalah peninggalan ayahnya yang ditinggal neneknya sebelum meninggal. Saat ia sedang berdiri dan memerhatikan berlian itu tiba tiba seorang yang terlihat kaya ingin membeli berlian itu dengan harga yang fantastis. Namun dengan mudahnya Andi menolak tawaran itu.

   Orang kaya itu pun bingung karena melihat andi yang dengan mudahnya menolak tawaran seharga rumah mewah itu. Sang orang kaya itupun mananyakan kenapa ia menolak tawaran itu padahal hidupnya saja sangat kesusahan. Lalu Andi berkata "tak apa aku tak punya banyak uang, setidaknya ada barang yang akan menyemangatiku untuk tetap maju dari ayah ku yang tak pernah kujumpa".

   mendengar kata kata Andi orang kaya itu kaget dan ia tersentuh. Akhirnya orang kaya itu memutuskan untuk menawarkan pekerjaan di perusahaannya. Andi pun dengan mudah tetap menolak itu dan berkata"aku tak akan meninggalkan pekerjaan yang telah membuatku tumbuh besar , yaitu nenekku yang membesarkan aku denganmengembala kambing".

   Mendengar itu si orang kayapun terkejut karena ia tetap mau meneruskan usaha keluarganya walau itu termasuk ke deretan pekerjaan orang miskin. lalu orang kaya itu bertanya kepada Andi "menagapa engkau tak mau menerima semua tawaran untuk menjadi yang lebih kaya?" tamya orang kaya itu.

   lalu Andi berbicara "kekayaan tanpa semangat dari peninggalan hanya akan membuatku sedih, sedangkan kemiskinan dengan peniggalan itu sangat berkesan di dalam hatiku, karena aku tahu pasti mereka bangga dengan perbuatanku".

  mendengar itu orang kaya itu pun tersentuh dan membangunkan rumah yang lebih layak untuknya di desa.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 24, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

kaneStories to obsess over. Discover now