MULAI

239 26 22
                                        

Playlist Our First Song-Joseph Vincent

Playlist tidak berpengaruh pada cerita, hanya recommend penulis semata


Toyota Fortuner dengan warna hitam mengkilat keluar dari sebuah komplek perumahan elit keluarga Hadi. Pengemudinya seorang remaja perempuan tanggung usia 16 tahunan. Siapa lagi kalau bukan anak pertama keluarga Hadi.

Gadis itu tampak lucu dengan hoodie crop berwarna kuning berpadu dengan skinny jeans abu yang pudar warnanya. Tak lupa kacamata bulat dengan frame abu-abu senantiasa bertengger di hidungnya yang kecil mancung. Sesekali bibirnya komat-kamit mengikuti irama lagu yang mengalun lembut dari tape mobil.

Berbelok ke arah kalidoni, awan mendung mulai bermunculan. Tapi perempuan itu tetap melanjutkan perjalanannya. Hingga dering ponsel membuatnya harus menepi di bahu jalan.

“Kamu dimana Gem?”

“Bentar lagi nyampe kok,” sahut seseorang yang dipanggil Gem.

“Anak-anak pada nungguin nih. Udah nggak sabar mau naik mobil baru kamu,” ujar seseorang diseberang sana. Setelahnya terdengar koor serentak meneriakkan kata ‘uwuuu’.

“Kek nggak pernah naik mobil aja lo pada,” pengemudi itu tersenyum mengingat wajah konyol teman-temannya diseberang sana.

“Yaudah, kita tunggu ya. Hati-hati Gema.”
Panggilan terputus.

Gema, si gadis pengemudi mulai melanjutkan perjalanan kembali.

Gema Hadi, perempuan yang imutnya nggak ketulungan. Gema ini paling suka sama Kevin. Selain karna Kevin ini pacarnya, Cuma Kevin lah satu-satunya laki-laki di muka bumi yang mau menerima sifat Gema yang notabene-nya cuek sama sekitar.

Gema ini bisa dibilang paling tenar diantara teman-temannya, paling cantik, paling imut, paling cuek, paling punya stok kata-kata tajam kalo ada yang mulai mengganggu ketentraman geng Netral.

Banyak faktor yang buat Gema jadi tenar, salah satunya karena dia adalah pacar dari seorang Kevin Alvian si Pangeran Sekolah. Pakaian kebangsaan Gema adalah Hoodie dan jeans. Makanan kesukaannya apa aja asal imut, laki-laki paling dia suka di dunia ini selain Kevin ialah Tae,personal BTS. Kata Gema, Kevin itu mirip banget nget nget sama Tae.

Gema belum punya tujuan hidup, masuk sekolah menengah kejuruan jurusan Tata Busana aja masih ngandelin Zoey. Bisa dijamin kalo Zoey nggak masuk sekolah-pun Gema bakalan ngelakuin hal yang sama. Atau bahkan pernah Zoey masuk ke bak sampah yang baunya minta ampun karena kak Sevan (doi Zoey) lewat di depannya, Gema ikutan masuk juga. Yang ngeselinnya pas ditanya Gema Cuma jawab,”Ngikutin Zoe”.

Bener-bener nggak punya prinsip hidup.


Mobil Gema berhenti di depan gerbang tinggi berarsitektur Bali. Gema menurunkan kaca mobil. Setelah mengklakson tiga kali, gerbang terbuka menampakkan seorang laki-laki tegap berbaju serba hitam.

“Sore Mas Andre,”sapa Gema sambil tersenyum manis, matanya yang sipit jadi melengkung seperti bulan sabit yang hilang ditelan pipi.

“Sore, Gema,” Mas Andre balas tersenyum.

Ada ya Sopir pribadi seganteng Mas Andre, minta cariin juga ah sama Papa, batin Gema nakal.

Setelah bergelut dengan pikirannya yang nggak penting, Gema melajukan mobilnya memasuki kawasan rumah Ranu.

Bau kayu hutan pinus memenuhi indra penciuman Gema, rumah Ranu memang didesain dengan hutan pinus kecil didepannya. Setelah berjalan kurang lebih 100 meter ke arah dalam, baru orang akan menemukan rumah bercat putih dengan gaya jawa yang kental.

N E T R A LCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang