Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Prolog

15 1 0
                                        


"Hai Lan, gimana kabar kamu? Baik baik aja kan?"
hembusan lembut dari semesta seakan berkata 'aku baik baik saja' terasa sangat nyaman dan menenangkan.
Cairan bening kini mengalir tanpa aba aba, isakannya terasa sangat berat, meratapi masa lalunya yang kelam, duduk di atas tanah coklat, dan hanya menatap sendu ke arah papan yang mengukir nama 'alan fajar mahesa'. 

"Lan, aku mau cerita nih sama kamu" rani  menahan air matanya dan berusaha untuk tersenyum, sesak. Sungguh sesak hatinya saat melihat makam alan yang terus tertidur.

"Aku udah keterima di SMA NUSA BANGSA, ternyata tuh ya lan, orang orang yang sekolah di sana itu baik banget sama aku, akhirnya lan, aku berhasil masuk di sekolah favorite kamu, berarti aku udah nyeselain tantangan kamu waktu itu. seharusnya,  kamu masuk SMA NUSA BANGSA bareng aku, kamu inget gak sih lan? Dulu kamu bilang, kita pasti bakal terus sama sama? Tapi kenapa? Kenapa Kamu ninggalin aku sendiri lan... Kamu pergi tanpa bisa aku raih, aku kangen kamu lan, baik baik di sana, aku sayang kamu." rani beranjak pergi dari pemakaman alan, tak kuasa menahan genagangan air d matanya, rani menangis terisak tak jauh dari pemakaman alan.

"hey" suara berat itu menepuk bahu rani, tak kunjung dapat jawaban rani, ia kembali bersuara untuk menenangkan gadis yang sekarang masih nangis terisak smbil menutup wajahnya dengan tangan mungilnya.

"lo jangan nangis, di dunia ini gak akan ada yang kekal, cepat atau lambat semua itu pasti akan pergi, siap tidak siap lo harus siap sama kenyataan yang ada" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, rani berdiri hendak pergi meninggalkan makam sambil menyeka air matanya.

"Thanks" ucap rani tanpa menoleh kebelakang sedikit pun.

Pearl a prince Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora