Sebagian Hidupku adalah Game

151 65 62
                                        

Aku bukan siapa-siapa,keseharianku bersekolah sembari bermain game membuat diriku tak bisa lepas dari game. Sudah hampir seluruh game aku mainkan.Aku mengisi waktu luangku hanya untuk bermain game.Hari weekend ku juga ku jalani dengan bermain game hanya untuk mengisi kekosongan kegiatan ku.Aku dlu tidak seperti ini,biasanya aku setiap weekend aku selalu menunggu di depan televisi sembari menunggu acara kartun favoritku,tetapi itu dlu,sekarang aku sibuk dengan game ku sendiri.

Pada Pagi itu,tepatnya pada Hari Senin,setelah selesai upacara bendera,aku langsung menuju kelas dan langsung memainkan game favorit di smartphone.Lalu,ku mainkan sembari menunggu guru yang masuk ke kelas.Pada saat itu juga guruku masuk ke kelas dan sialnya aku baru memasuki game ku,setelah ku pikir akhirnya ku putuskan untuk mengakhirinya sejenak.Pada jam istirahat pertama aku langsung bergegas membuka smartphone ku lalu ku buka game yang tadi belum sempat ku lanjutkan,lalu temanku memanggilku untuk pergi ke kantin,lalu aku jawab "tidak hari ini dlu aku sedang bermain game" ujarku.Lalu,temanku itu lantas pergi menuju kantin.Hari itu terdapat jam kosong,yaitu pelajaran matematika.Lalu aku merencanakan untuk bermain game bersama teman teman ku,lalu aku berkata "ayo kawan kita bermain game bersama" ujarku,lalu temanku berkata "ayo kita main".Lalu kita bermain game bersama sampai bel pulang sekolah berbunyi.Sembari melangakah menuju gervang sekolah,lalu aku berkata "kita lanjutkan dirumah ya??" Lalu mereka menjawab "ayo kita lanjutkan game kita tadi".sahut salah satu temanku tadi.

Saat sesampainya dirumah,aku langsung bergegas berganti baju dan langsung melanjutkan game tadi.Pada saat malam,tiba-tiba ibuku menasihatiku agar aku tidak terlalu sering bermain game karena akan berdampak buruk bagi kesehatan terutama kesehatan mata,dan prestasi menjadi mundur akibat bermain game.Tetapi,aku hanya men-iyakan saja.

Pada keesokan harinya setelah pulang sekolah,aku menemui brosur turnamen atau perlombaan games di wilayah ku,sejenak ku berfikir apakah ini menjanjikan? Mengingat,game ini merupakan game yang baru saja rilis dan kulihat juga hadiahnya pun tidak terlalu besar.Dan akhirnya ku putuskan untuk mengurungkan niat ku untuk ikut turnamen tersebut.
Setelah melihat brosur tersebut,segera aku pulang menuju rumahku yang tidak terlalu jauh dari sekolah,sebelum sampai di rumah,sejenak ku melipir di warung dekat rumah.Aku melihat banyak kakak kelasku yang nongkrong di warung tersebut dan mereka sedang asyik main game bersama teman temannya.Lalu ku dekati kakak kelas ku,kulihat dia sedang bermain game mobile yang sedang naik daun di indonesia terutama di wilayah ku yaitu "COD Mobile".Sambil serius bermain,aku tanyakan pada dia "Bang lagi main apa??" Terus dia berkata,"ini nih biasa lagi main COD ni bareng temen abang",jawabnya.Lalu aku langsung mengajak kakak kelasku untuk main bersama,dan kakak kelasku menyanggupinya.

Tampaknya kakak kelasku itu sangat jago dalam bermain game.Sampai aku terpukau melihat "gameplay" nya.Dia sangat memperhatikan taktik dalam memenangkan game tersebut.Lalu aku berkata "bang kenapa gak mau menjadi pemain e-sport saja bang".Lalu dia berkata "ahh ngapain menjadi pemain e-sport,pekerjaan lain lebih menjanjikan daripada abang hanya menatap hp terus untuk bermain game".Lalu aku berkata "tetapi kulihat banyak pemain e-sport yang berhasil,dan menjadikan gamenya sebagai mata pencarian utama bang".Lau dia berkata "semua orang boleh menjadi siapapun tetapi,abang ingin menjadi dokter bukan menjadi gamer.Lagipula abang kan lebih suka belajar dibanding harus menatap layar hp untuk bermain game" katanya.

Pada hari Sabtu aku melihat turnamen game online di salah satu stasiun televisi swasta.Aku melihat betapa meriahnya acara turnamen yang digandrungi oleh anak remaja seperti ku.Tak hanya anak remaja,tetapi juga orang dewasa yang mengerti tentang game.Setelah kulihat beberapa jam kemudian,aku takjub melihat hadiahnya yang begitu besar.Aku berfikir bahwa saatnya bukan sekedar memainkan game tetapi bisa menjadi ladang uang yang menjanjikan,tetapi aku ingat disini aku masih berstatus sebagai pelajar,lagian pula aku harus menempuh pendidikan sampai yang tertinggi dan itu harus ku lakukan dengan belajar,tidak dengan bermain game.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 04, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Sebagian Hidupku adalah GameStories to obsess over. Discover now