Pertemuan

52 4 0
                                        

Siang itu cuaca panas sekali, bunyi-bunyi burung sudah jarang terdengar, keramayan mahasiswa sungguh membuat ku takjup. Aku adalah Dina, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ternama di padang. Cerita ku ini, berawal dari sebuah pertemuan tak sengaja di ruangan perpustakaan, laki-laki itu memanggil ku dengan suara keras, dia memanggil ku dengan sorakan hoi, “ada apasih dengan pria ini” ujar ku di dalam hati. “dompet mu ketinggalan” katanya. “oh iya terima kasih ya” jawab ku. melihat dari penampilan laki-laki itu, yang bablakan, berantakan, rambut tidak berminyak. Ternyata memang benar tidak bisa kita melihat seseorang itu dari penampilannya saja. Pertemuan yang membuat ku terharu ternyata masih banyak laki-laki yang baik di luar sana, yang tidak mau memiliki hak milik orang lain.

Seminggu sesudah tragedi itu kampus ku sedang melaksanakan EXPO, ternyata pria yang menemukan dompek ku itu menjadi MC di acara tersebut, “oh ternyata dia mahasiswa di kampus ini juga ya” ujar ku di dalam hati. Karna rasa penasaran, aku coba bertanya-tanya siapa laki-laki itu, ternyata namanya adalah milka seorang mahasiswa hukum angkatan 2017.

Tak berselang berapa lama kami sempat berpapasan dan aku mulai sok kenalan dengannya, “kamu yang menemukan dompet ku kemaren kan ?”, “ia mbak, lain kali hati-hati ya” ujarnya. Sungguh pernyataan yang membantah bahwa semua laki-laki itu sama saja. Aku mulai bercerita dengannya, dari mana dia berasal, asal sekolahnya dulu, bahkan aku mencoba bertanya warna kesukaanya. Acara EXPO pun hampir selesai, aku mencoba pamit layaknya seperti tingkah seseorang yang baru kenal laksana seperti wanita cuek berwibawa. “Saya pergi dulu ya”, “tunggu dulu, aku boleh mintak nomer Whatsapp mu tidak ?” ungkapnya. “Kenapa tidak aku berikan nomer Whatsapp ku kepada mu, orang yang telah baik kepada ku dan telah mengembalikan dompet ku (penegasan supaya tidak terlihat terlalu berharap)” jawab ku.

DinaMikaWhere stories live. Discover now