1. Tetangga Baru

9.3K 78 19
                                        

"Hyung, hyung! Mana sepatu yang kemarin dibeliin eomma?" Teriak Eunsang sambil memeriksa rak sepatu dengan terburu-buru.

"Itu ada di rak sepatu paling bawah"
"Yaa! Eunsang-ah habiskan sarapanmu dulu!"

"Sudah telat hyung!! Aku pergi dulu!!"

Suara bel pintu tertutup berbunyi. Rowoon dibuat geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya itu. Padahal jam baru menunjukkan pukul 07.30 pagi, yang artinya masih ada setengah jam sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

"Lihat, dia bahkan hanya memakannya sedikit" Rowoon mengambil sepotong roti yang disisakan Eunsang lalu memakannya sambil berjalan menuju depan televisi. Ia lalu mengambil remot yang tergeletak di atas meja kemudian mengganti channel berita menjadi tayangan home shopping. Favoritnya belakangan hari ini.

"Hallo? Iya, ini lagi perjalanan kesana pak

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Hallo? Iya, ini lagi perjalanan kesana pak. Iya benar, apartemen New Town nomor 203"

Tut

"Huh, menyebalkan. Kenapa mendadak begini sih??"

Hana mempercepat langkah kakinya menuju apartemen barunya di daerah Dongdaemun-gu yang berjarak lebih dekat dengan kampusnya. Ini adalah tahun kedua Hana berkuliah di Kyunghee University jurusan seni. Karena rumahnya yang berada di daerah Yangcheon-gu memiliki jarak yang lumayan jauh dari kampusnya, orangtua Hana menyuruhnya untuk menyewa apartemen dan memulai hidup mandiri disana.

Tapi yang membuatnya kesal sekarang adalah layanan pengantar barang yang dipesan ibunya ternyata datang lebih cepat dari dugaannya, membuatnya terpaksa harus membolos kuliah.

"Isshh.. angkat ayo angkaaaattt.." Hana terus mencoba untuk menghubungi ibunya tapi tak juga diangkat. Pikirnya mungkin ibunya bisa mewakilinya dulu untuk menerima barangnya tapi ternyata nihil. Jalan satu-satunya hanya berlari.


Benar, berlar-


"Aww"

Tanpa sengaja Hana menabrak seorang siswa hingga menjatuhkan beberapa buku yang dibawa oleh siswa itu.

"Maaf, aku tidak sengaja.." Hana lalu menunduk membantu siswa yang ditabraknya barusan.


Buku sukses mencapai nilai 100 di ujian akhir, buku sains umum, buku bahasa inggris level intermediate.


Hana menelan ludah ketika membaca judul buku-buku yang lagi dipungutnya itu. Bahkan siswa ini mungkin lebih pintar darinya karena jujur, ia bisa berkuliah karena bakatnya bukan nilainya.

"Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Hana sambil menyerahkan beberapa buku ke siswa itu.




Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
THE BROTHERSWhere stories live. Discover now