PROLOG

105 11 0
                                        

"siapa pun kumohon keluarkan aku,apakah ada orang diluar,,, jeballl hiks hiks" suara gadis itu semakin pelan seperti layak nya orang putus asa

bruk

suara pintu didobrak begitu keras nya

"hosh,,hosh,, apa ada orang?" pria muda itu nampak nya kelelahan setelah mencoba mendobrak pintu berulang-ulang

"hiks,, ya kumohon keluarkan aku,aku terkunci disini hiks,,"

"menepi lah aku akan coba membuka nya" lagi dan lagi pria itu mencoba mendobrak pintu kamar mandi

bruk~ pintu itu terbuka menampakan seorang gadis tengah menangis "sudah berapa lama dia disini" setelah melihat mata nya yang sangat sembab pria itu langsung mengenggam tangan si gadis dan membawa nya keluar.

lagi~

lagi~

dan lagi~

di hari yg cerah dengan matahari yang terbit begitu indah nya tapi tidak dengan gadis bermarga Kim ini, meja nya penuh dengan coretan krayon dan sampah kertas,dibuka nya salah satu kertas tersebut terdapat tulisan CUPU ANNYEONG ia mengepal tangan nya sekuat tenaga,rasanya ingin sekali menghajar orang2 yang sudah membuat nya seperti ini,tpi bagaimana pun ia tak akan bisa melawan nya yg ada hanya dia semakin dibully.

gadis itu lalu mengambil semua kertas dan membuangnya ke tong sampah,ia ingin mengganti bangku nya dgn bangku lain yg ad di gudang, saat ia akan membawa bangku nya bell sekolah berbunyi dan teman2 sekelas nya masuk, aniyo mereka tak pantas disebut seorang teman karna mereka bahkan tak peduli dengan apa yang gadis ini terima hampir setiap hari, apakah itu masih bisa dibilang teman?

"ya lagi?" tanya ssaem,ntah sejak kapan ssaem nya sudah berada di dlam kelas

"mianhe ssaem,aku akan segera menggantinya" gadis itu mengangkat bangkunya

"yak sebaik nya begitu,cepatlah pelajaran akan segera di mulai kau pasti tak ingin ketinggalan pelajaran ku bukan?" ssaem memijit kepalanya yang sedikit pusing, gadis itu mengangguk lalu segera pergi ke gudang

~~

"bangku ini lumayan bagus walaupun aga usang tpi cukup kuat"

"biar ku bantu" pria itu masuk dan mencoba mengangkat bangku tersebut "kenapa kau diam saja? kenapa kau tak bilang pada ssaem bahwa ini ulah mereka?" bagi gadis itu pria ini seperti malaikat penolong

"tak apa,aku tak ingin menimbulkan banyak masalah,lagi pula sebentar lagi ujian kelulusan dan aku ingin secepat nya keluar" gadis itu tersenyum. mencoba meyakinkan nya bahwa ia cukup kuat

~~

kelulusan tiba, masing2 ssaem mengumumkan nilai dri para murid nya,alangkah terkejut nya gadis itu saat tau ia adalah anak dengan nilai tertinggi mungkin bagi sebagian orang mendapat nilai tertinggi 1 sekolah adalah hal yang bisa dibanggakan tpi tidak bagi gadis ini, itu malah akan menambah masalah dalam hidupnya

"yak cupu apakah peringatan kami bagi mu itu kurang?"
"tidak bisa kah kau lulus dgn nilai standar?"
"sepertinya kau meminta lebih dari kami iya?"

pertanyaan macam apa itu? kenapa kalian menyiksa orang lain untuk diri kalian sendiri? tidak bisa kah kalian bertanya pada diri sendiri kenapa nilai kalian tidak bisa memasuki nilai tertinggi? menjatuhkan orang lain tidak bisa membuat kalian menjadi yang teratas.

gadis itu hanya menangis mendapat perkataan demi perkataan menyakitkan, ntahlah bagaimana mendeskripsikan nya dri ujung kpl sampai kaki basah oleh air pel lantai dan jgn lupakan bahwa ia juga dilempari tepung,bagaimana mungkin gadis sekecil nya bisa menerima perlakuan seperti ini.

"hei berhenti"

"yak! apa kau ingin menjadi seorang pahlawan?" tnya salah satu gadis

"aku memang pahlawan, hentikan perlakuan kalian atau aku akan melaporkan kalian pada ssaem dan memastikan kalian tidak akan pernah bisa melanjutkan sekolah di manapun"

pria itu menggenggam tangan si gadis dan membawa nya pergi,ia tau seharusnya ia bisa datang lbh cepat,harusnya ia bisa melindungi gadis ini, masih terlalu muda mungkin bisa dibilang begitu, ia hanya ingin melindungi nya tanpa tau apa yg sebenarnya ia rasakan

~

acara kelulusan tiba ia mencari gadis itu tpi tak menemukan nya, bahkan sampai acara selesai ia tak bisa menemukan nya, ia lalu pergi kerumah si gadis

tok tok tok

seorang laki2 yang tampak lbh tua drinya keluar dari rumah itu.

"annyeong hyung" ucap nya ramah

"khamsamida" ucap lelaki itu membuat nya heran "terima kasih telah melindungi nya, seharusnya aku bisa menjaga, seharusnya aku tau apa yg dia rasakan" satu tetes keluar dri mata lelaki itu

"hyung apa maksudnya?"

"jungkook terima kasih telah melindungi adik ku,ia menitipkan ini pada mu" ia memberikan sepucuk surat

annyeong jungkook
khamsamida telah melindungi ku,khamsamida selalu ada saat aku sedang membutuhkan mu,
jungkook kau tau? kau seperti malaikat penolong bagi ku aku bersyukur bisa mengenal mu
mianhe aku pergi ke Taiwan untuk melanjutkan belajar ku, aku ingin melupakan masa kelam ku di sekolah itu rasa sakit nya cukup membekas tapi aku yakin bisa melupakan nya.
aku harap kita bisa bertemu lagi jungkook
terima kasih selalu menggenggam tangan ku

chuwy♡

tanpa sadar air mata mengalir ia melihat telapak tangan nya "tzuyu kapan kau kembali?" lirih jungkook.

















annyeong haseo coneun bangtan soyeondan golden maknae jeon jungkook imnida^^
author itu kan part gue - jungkook
ehe iya maaf2 kookie - author

oke semua nya maaf ya klo garing atau apapun itu author masih bljr,author harap kalian tunggu lanjutan cerita ny
ahk y author bingung harus aploud cerita nya siang atau malam? tlong jawab nya thanks^^

HEARTBEAT Where stories live. Discover now