it's all coming back to me now ! Weishin

68 2 0
                                        


Author POV

Hari ini hujan kembali mengguyur. Seakan akan menumpahkan rasa sedihnya, hujan semakin lama semakin deras.

Di salah satu unit , Seorang pria manis termenung sambil mengamati air hujan yang turun. Semakin banyak air yang turun ke bumi, sebakin banyak pula air yang terkumpul di pelupuk matanya. Kepingan kepingan manis memori yang pernah ia alami kembali melintas Di benaknya. Kepingan kepingan yang sudah ia enyahkan itu kembali muncul, hanya karena hujan.

"Shin, kamu tau kenapa hujan turunnya air?"

"Kenapa memangnya hyung"

"Kalau turunnya aku jadi rebutan hehe-aaakh iya iya ampun jangan dicubit lagi"

"Hyung terlalu percaya diri"

"Tapi aku yakin akan satu hal"

"Apa?"

"Kau akan terus mencintaiku"

"Mungkin"

Pria itu melihat ke sudut ruang tamu itu, ada satu pot bunga Lavender segar. Wangi dari bunga itu membuat nya mulai terisak.

"Shin ini untukmu"

"Kenapa Lavender hyung?"

"Cari saja artinya sendiri"

"Hyung menjengkelkan"

"Artinya adalah kesetiaan"

"Memangnya hyung akan setia padaku?"

"Sampai maut memisahkan, aku janji"

"Lagipula ada arti lainnya kok"

"Apa?"

"Bisa menjadi anti nyamuk juga"

"Hyung"

"Ya?"

Hyung merusak suasana romantinya tau"

"Hehehe maaf ya"

Semua hal hal manis yang melintas mulai berubah, menjadi hal hal yang tidak menyenangkan

"Shin dengarkan aku dulu" Jinhyuk mencoba menggenggam tangan milik pria manisnya itu

"Tak perlu hyung, ternyata benar. Kau hanyalah seorang perayu ulung" Wooseok menjawab, dengan air mata yang berlinang dan suara yang bergetar

"Aku tidak"

"Kau iya"

"KIM WOOSEOK DENGARKAN AKU DULU" Jinhyuk terbawa emosi. Ia ingin menjelaskan semuanya. Tetapi Wooseok seakan akan tidak peduli dengannya

"Hiks.. Hyung bahkan Hiks.. menaikkan suara hyung pada Hiks.. Padaku"

"Shin maaf aku tak sengaja"

"Aku Hiks.. aku benci hyung"

Andai saja, ia mau menurunkan ego miliknya pasti Prianya masih ada di dekatnya, dia akan memeluknya dengan hangat, disertai senyum jenaka atau suara yang menenangkan.

Malam itu Wooseok berjalan dengan riang setelah membeli beberapa makanan ringan dan jelly.

"Lama tak bertemu shin"

"Apa yang kau inginkan?"

"Entahlah, aku hanya ingin memberikan ini" Jinhyuk memberikan Wooseok sebuah kotak

"Aku tak membutuhkannya hyung, ambil saja"

"Tidak aku memaksa. Setelah ini aku berjanji tak akan mengganggu mu lagi"

"Hyung apa maksudmu?"

"Aku akan pindah. Keluar negeri. Jadi, selamat tinggal Wooseok"

"Hyung" Wooseok masih mencerna apa yang ingin disampaikan Jinhyuk hingga

"Wooseok awas" Wooseok terdorong ke arah belakang

Bruuk

Suara decitan ban dan bantingan keras membuat Wooseok tertegun. Saat ia mencoba melihat ke arah depan. Pria yang baru saja berbicara denganya, Prianya, Jinhyuknya tergeletak tak berdaya. Bersimbah darah miliknya sendiri.

"Hyu..ng"

"Shin maafkan Hyung aakh hyung tau hyung jahat, karena berani menyakiti malaikat sebaik dirimu"

"Hyung jangan berkata seperti itu. Jangan tinggalkan Ushin hyung, Ushin mohon"

"Maaf, hyung.. hyung sayang Ushin"

Dimalam itu Wooseok hancur. Karena keegoisannya, ia kehilangan pria yang ia cintai.

Wooseok menangis dengan kencang. Kejadian beberapa tahun lalu masih tersimpan dibenaknya. Keegoisannya merenggut hal yang paling berharga yang pernah ia miliki. Ia merengkuh foto yang sangat berharga baginya. Wooseok terlalu bodoh sehingga ia melupakan bahwa Jinhyuk hanya mencintainya. Sekarang Wooseok hanya bisa mencintai dalam kesendirian.



End.

Ok ini gaje. Feelnya juga gadapet. Maafya gaje.


Separe 🎈Histórias para pegar e não largar. Descubra agora