"Awas napah lu pada!!! Lagi ngapain sihh ikut-ikutan gak bakal di notice juga kalian. Cuma gua doang yg bakal di notice sama yuta"
"Pede gila lu njirr, gak bakal mau juga yuta sama lu lu kan bau ketek "
"Hahahaha...... Ngakak njirr,lagian ngapain juga sihh perebutin si yuta udah jelas jelas masih cakepan abwangg kun iya gak Chan? "
"Idih najiss lu kalau mau ngetawain orang intro diri lu dulu napah urusin dulu tuh kaki lu yang bau sikil makannya sering cantengan tuh"
"Gila gila si yura ngatain lu bau sikil, ehh bener juga sih kaki lu emang bau bang apalagi pas ke Lab beuhhh terasi emak gua gek kalah dah kayaknya sama bau kaki lu"
"Yuta udah napah narsis nya pegel nih gua berdiri melulu. Lu lagi chan bukannya belain gua malah ikut-ikutan si yura"
"Ter-"
"Eh eh liat dah cewe yang baru masuk koridor ini, kita taruhan dia bakal ikutan Ngerumunin si yuta apa engga gmna? " Ajak haechan
"Ayokkk gua pilih dia ikutan" Ucap kun
"Gua engga.lu yang ikutan kaga?" Ucap haechan
"Engga ah males, gua bukan dukun" Ucap yangyang asal
"Yaudah serah dah" Ucap haechan
"Tuh tuh dia mulai deket" Seru kun heboh
Terdengar bisikan dari anak cowok yang tepat disamping kerumunan, tanpa peduli dengan apa yang mereka omong kan, toh aku sudah tau mereka membicarakan ku.
"Yah kok dia jalan terus sihh? " Seru kun yang tampak kecewa
"Yess berarti gua menang" Timpal haechan penuh dengan kebanggaan
Itulah yang mereka ucapkan yanh dapat ku dengar ketika ku melewati kerumunan itu dengan begitu saja,
"Hey cewe kok lu gak ikut Ngerumunin si yuta sihh?" Tanya pria yang berkulit lebih gelap dari temannya memberhentikan ku
"Untuk apa? Gak akan berguna juga kan kalau ikut berkerumun? " Jawab ku dingin
"Gila lu gak tertarik sama dia? " Tanya pria yang tampak kecewa
"Engga.Buang-buang waktu saja" Ucap ku sarkas, sambil berlalu meninggalkan tiga pria tadi.
"Tunggu!!!! " Teriak pria yang kukira bukan tiga pria tadi
Dengan terpaksa ku hentikan langkah ku, dan berbalik untuk melihat siapa yang memanggilku dan benar saja bukan tiga pria tadi tapi pria yang kukira pria yang tadi didalam kerumunan, yah yuta setauku nama nya, yang kukira namnya yuta itu berjalan menghampiri ku
"Kenapa menyukai gua menurut lu buang buang waktu? " Tanya pria itu
"Pendapat orang itu berbeda beda jadi gak seharusnya kamu menghakimi orang yang gak tertarik sama kamu" Ucap ku dingin
"Iya gua tau, tapi knp bisa menurut lu buang buang waktu?"
"Gak semua alasan harus kamu tau" Jawabku sembari meninggalkan pria tadi
"Terserah lu mau apa gua bakal cari tau alesannya " Teriak pria tadi
🌱🌱🌱
YOU ARE READING
Hello!
Fanfiction" Kamu itu cuman takut, kamu hanya berasumsi yang tidak tidak tanpa mencari tau yang sebenarnya itu salah ryn"-yuta "Kamu gak tau apa yang kualami yuta, jangan pernah paksa aku apalagi ikut mencampuri yang terjadi sama aku"-Ryana "Kenapa gak boleh...
