Prolog

55 7 1
                                        

Tepat di tengah malam, seseorang mengetuk rumah dengan begitu keras, pemilik rumah itu langsung terbangun dan mengintip dari jendela.

"Orang itu lagi. "gumam pemilik rumah itu, dia lalu menatap wajahnya di cermin.

Wajahnya yang begitu masih mulus padahal umurnya udah 30 tahunan, hanya saja sedikit menghitam dibagian kelopak mata karena kekurangan tidur akhir-akhir ini.

Pemuda itu mengambil kupluk menutup rambutnya yang sedikit berantakan dan tongkat kuas.

Ketukan dan teriakan semakin keras, sesegera mungkin mengambil tali, ia ikatkan lalu turun dengan tali itu di jendela belakang.

Seorang anak kecil melihat pemuda itu keluar dari jendela.

"Sstt... "kata pemuda itu dengan volume rendah, pemuda itu mengayunkan tongkat kuasnya dan menggambar sebuah bunga dan rumput yang bergoyang-goyang. Anak kecil itu tercengang.

Setelah itu, pemuda itu kabur menuju ke pulau terpencil dengan menggunakan perahu.

Orang yang mengejarnya tadi kesal karena tidak bisa mengejar pemuda itu, tapi kepala botak itu meneteskan sesuatu di balik semak-semak, air itu tiba-tiba berubah menjadi benda padat saat kepala botak itu meminjakan kakinya, setetes demi setetes kepala botak itu mengubah molekul yang terpisah kini menyatu padat seperti batu yang menyerupai warna air.

Bahkan pemuda itu sudah mengayun lebih kuat, kepala botak bersama bodyguard datang lebih dulu di pulau terpencil.

"Serahkan tongkat itu! "perintah kepala botak itu memaksa, pemuda itu langsung kabur." bodyguard kejar dia!"

Bodyguard itu lebih cepat dan lebih kuat dari pemuda itu, tapi pemuda itu licik. Bodyguard itu tidak tahu bahwa rumah ini memiliki sebuah ruang bawah tanah, saat tidak terdengar suara kaki bodyguard itu.

Pemuda itu duduk di kursi panjang di temani seorang monster putih bercahaya bulan sedang tersenyum kepada pemuda itu.

"Luna, apa yang harus aku lakukan? "tanya pemuda itu kepada monster putih itu, buatan dia sendiri dan monster itu selalu hadir kalau ada dinding." seseorang mengejarku dan ingin mengambil tongkat kuas ini, aku takut dia menyalahgunakan tongkat ini. "

Monster itu berpikir sejenak, lalu dengan tiba-tiba cahaya putih menyelimuti pemuda itu bersama tongkat kuas dan Luna.

Dan hilang begitu saja.

" Itulah kenapa patung ini di ciptakan. "

 ꧁Dalam Dunia Lain꧂Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang