MATSAMA

201 23 3
                                        

Hari ini, setelah libur panjang lama sekali membungkus dan menyembunyikanku, akhirnya aku kembali ke Madrasah yang paling aku banggakan ini. Aku kembali dengan beribu rasa rindu yang kian mulai terobati. Aku kembali dengan semangat dan tawa yang menyertai. Dan juga dengan setumpuk tugas yang harus di tuntaskan.

Aku kini sudah melewati masa masa kelas dua Mts. Waktunya aku menggali ilmu baru di bangku kelas tiganya.

Hari ini merupakan hari pertama aku dan teman temanku kembali ke sekolah dan bertepatan dengan acara MATSAMA (masa taaruf siswa madrasah) yang akan diadakan dengan maksud mengenalkan kepada para siswa-siswa baru lingkungan madrasah. Aku yang merupakan salah satu anggota inti dari OSIS atau disini yang biasa disebut OSIM ikut andil dalam menjalankan acara ini.

Senin dihari pertama cukup sibuk dengan berbagai agenda.

"Teh!" Sapa Dilla sembari menabok keras bahuku antara menyapa dan ngajak berantem emang beda tipis sih si Dilla ini.

"Apa?" Sahutku dengan nada sedikit ketus karna masih merasa sakit di bagian bahu.

"Kelas sembilan mau masuk sembilan berapa?" Tanyanya sembari menggeser kursi dan duduk disampingku--kami dalam waktu istirahat saat ini.--
"Pengennya sih sembilan satu, tapi terserah deh semua kelas sama aja." Ucapku sambil menatap Dilla.
Namun, tanpa diduga seseorang datang sambil berkacak pinggang dan berkata "Ipa maunya di sembilan tiga, soalnya kelasnya cantik kayak Repa ini unch" Ingin muntah rasanya namun malas untuk membersihkannya. Dilla sudah keburu bergaya muntah saat aku masih berfikir.

"Tadi barusan halu?" Repa berdecak. "Iya napa?" Aku menggeleng sepertinya pertengkaran antara singa betina dan singa betina lainnya akan segera di mulai tempat ini kini sudah cukup tidak aman untuk didiami.

"Eteh pergi bentar dipanggil Andre." Ujarku sembari lari keluar. Didalam ruangan cekcok hebat masih terjadi. Tidak ingin ikut campur hehehe.
_______

Ini kisah nyata aku btw. Haha.

CLOP IX.1Where stories live. Discover now