.....Happy Reading.....
"Weiisss... ketemu lagi kita. Lo masuk dijurusan apa sekarang Al??" tanya Reyna
"Jadi anak IPS gue sekarang.." Jawab Alena enteng
"Gilaakk..yang bener lo!! Bukannya lo pengen banget jadi anak IPA biar gampang buat masuk kedokteran?" Ucap Bimo kaget
"Iya sih cuma ya gimana lagi Bim, jalanin dulu aja lah yaa. Kan bisa juga ikut ekskul PMR, buat permulaan lah..." Balas Alena lagi
"Iya juga sih yaa.. eh btw, lo IPS berapa Al?" Tanya Reyna yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan Bimo dan Alena
"Kelas X IPS 5. Gue satu kelas sama Dia lagi, hfftt.." ucap Alena dengan lesu
"Serius lo!!" Ucap Bimo dan Reyna berbarengan
"Berarti sekelas sama gue juga dong!!" Ucap mereka berbarengan lagi
"Emang iya ya?? Nggk baca satu-satu gue"
"Tapi kok lo tau kalo lo sekelas sama Dia?" Tanya Reyna curiga
"Ya gimana gue nggak tau kalo no absen dia diatas gue" balas Alena jutek
"Yee.... Jutek amat buk? Yaudah kita ke kelas aja yuk!" Ajak Bimo sambil merangkul pundak kedua sahabatnya yang diangguki keduanya
Mereka berjalan beriringan mencari kelas X IPS 5 sambil bercerita bagaimana masa PLS mereka. Saat sudah menemukan kelasnya mereka langsung masuk dan memilih tempat duduk yang mereka inginkan.
Alena duduk sebangku dengan Reyna sedangkan Bimo duduk dibelakangnya sendirian, karna masih belum ada yang mengisi bangku sebelahnya. Mereka masih melanjutkan obrolan mereka tadi dan sesekali berkenalan dengan teman-teman baru di kelasnya.
Setiap ada murid yang baru masuk ke kelasnya mereka selalu mengajaknya berkenalan, sampai saat anak-anak di kelas sedang berkenalan, muncul seorang cowok tampang yang terlihat dingin itu masuk dengan salam.
"Assalamualaikum" ucap cowok itu
Semua anak yang tadinya gaduh didalam kelas termasuk Alena, Bimo, juga Reyna langsung terdiam dan melihat kearah pintu sambil berbisik-bisik kalau dikelas mereka ada juga murid yang ganteng lalu menjawab salam.
"Waalaikumsalam" balas mereka semua kompak
Setelah mendapat jawaban salam dari anak-anak dikelas, cowok itu langsung mencari tempat duduk sambil melirik ke arah Alena sekilas dan saat tatapan mereka bertemu Alena langsung memalingkan wajahnya, setelah menemukan tempat duduk yang pas kemudian ia duduk dan mengeluarkan handphone miliknya untuk mengurangi rasa bosannya.
"Eh Al itu beneran ternyata kalo kita sekelas sama Dia?" Tanya Reyna ragu
"Buktinya dia masuk kelas ini kan? Gimana sih lo Rey" balas Bimo agak nyolot
"Yaudah sih biasa aja dong lo!" Sungut Reyna kesal
"Ish.. udah!! Kalian ngapain jadi ribut gini sih! Kan tadi gue udah bilang Reyna...udah biarin aja" lerai Alena
"Ya tapi kan kita khawatir sama lo Al, gimana kalo dia tetep perlakuin lo kyak yang kemaren kemaren?" Balas Reyna dengan kesal
"Ya kan kita nggak tau kedepannya gimana, udah lah biarin aja, nggak perlu ngurusin hidup tuh anak" balas Alena juga
"Ya udah iya" ucap Reyna mengalah
Setelah perdebatan yang cukup panjang itu membuat tenggorokan mereka seret, mereka memutuskan untuk pergi ke kantin hanya sekedar minum penghilang dahaga.
.
.
.
💯
