Prolog

4 2 2
                                        

"Berhentii....!!!"

Teriak seorang remaja laki-laki menggelegar pada 2 orang pasangan yang kini tengah bersengketa.

Matanya merah menahan amarah. Emosinya turun naik. Seakan rasa muak yang terpendam lama dalam hatinya kini membuncah keluar. Tanpa peduli lagi pada siapa ia membentak.

"Kalian selalu saja seperti ini! Gak ada habisnya! Aarrghh!!!"

Teriaknya lagi. Membuat kedua pasangan itu bungkam seketika. Tanpa dapat bersuara sedikit pun.

"Kalian ingin purnama gila gara-gara liat kalian berantem terus-terusan?!!hah?! Kalian ingin purnama gila?!!!"

Teriaknya gusar. Emosinya membuncah tak terkendali. Matanya menatap nanar kearah 2 orang didepannya ini. 2 orang yang sebenarnya sangat ia sayang.

"Purnama udah gila yah... bun... Udah gilaa!!! Puas!!!"

Teriaknya lagi kalap. Emosinya menggebu menggedor-gedor dinding dadanya. Rasanya ingin meledak. Namun nyatanya malah melantur. Pelan, namun terasa dingin.

"Ayah bunda tau? Purnama kecewa sama kalian." Ucapnya dengan nada kecewa lalu berlalu pergi mengambil koper di dalam kamarnya yang memang sudah lama ia siapkan hingga saat ia tak tahan itu tiba. Yakni sekarang.

"Purnama pergi."
Ucapnya dingin sambil berlalu pergi meningalkan 2 orang yang ia sayang itu. Yang kini tak berkutik sedikitpun kala melihat kejadian sekarang.

Bahkan tak ada yang bersuara sedikitpun diantara mereka berdua. Mereka diam terpaku, membiarkan detik jam berlalu. Tanpa ada keinginan untuk mencegah kepergian anak remaja laki-laki milik mereka.

"Abaaang... jangan pergii..."
Rintih seorang gadis kecil sembari menangis menyaksikan kepergian kakaknya itu.

"Abaang.. jangan tinggalin tari.."
Rintihnya lagi disela tangisnya.
Namun sayang, sosok itu telah hilang.

"Abaaang..... hiks."
Gadis itu pun mulai terisak.

------------------------

Cerita mereka pun dimulai..

Selamat membaca
Ya guys.

Jgn lupa vote&komen
Tentunya..

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 06, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dear AlTarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang