PROLOG

29 4 3
                                        

Welcome to my story😸

              Malam itu Hujan  turun sangat lebat membasahi seluruh kota. Kota yang biasanya ramai dengan hiruk-pikuk masyarakat disiang hari  kini menjadi lengang.

  Seorang pria mencoba untuk berteduh.
Dia adalah Jacob seorang buruh pabrik.

Ia berdiri didepan sebuah warung makan yang sudah tutup,ia menatap jalanan yang sepi hanya
terlihat beberapa buah mobil yang berlalu lalang.

Namun pikirannya tak berada ditempat itu, masih terbayang dalam benaknya seorang wanita tua renta yang sudah lama ia rindukan.
Ia merindukan ibunya yang sudah lama pergi meninggalkannya.

Pikirnya pun kembali kedalam dunia nyata, untuk memastikan bahwa hujan  telah reda. Saat ia hendak melangkah,ia mendengar sebuah suara.

Suara bayi? bayi siapa? Batinnya.
Ia pun memastikan bahwa ia tidak salah mendengar dengan mencari asal suara tangisan itu. Suara tangis itu semakin keras.

Suara itu berasal dari tumpukan kardus bekas disudut sebuah toko.

"Ya Tuhan bayi siapa ini?." Ia terkejut setelah melihat isi kardus itu , seorang bayi perempuan yang cantik.

Ia segera membawa bayi mungil itu kerumah sakit, kondisi bayi itu sangat memprihatinkan tubuhnya  mulai membiru.

                                    ^_________^

Skip Rumah sakit...

Seorang pria dengan jas putih keluar dari ruangan itu.

"Bagaimana keadaannya dokter?" Tanyanya cemas.

Dokter itu menepuk bahu Jacob sambil tersenyum " beruntung sekali anda cepat cepat membawanya ke rumah sakit, bayi anda tidak apa apa."

Ia pun mempersilahkan Jacob untuk masuk ,setelah itu ia pun pamit untuk  pergi.

Didalam ruangan itu ada seorang suster yang sedang mengecek kondisi bayi itu.

Jacob tersenyum mengetahui bayi itu baik baik saja.

"Putri anda sangat cantik."puji suster itu,Jacob hanya tersenyum sambil mengusap tengkuknya .Ia bingung mendengar perkataan suster itu karena sebenarnya bayi itu bukanlah bayinya bahkan ia belum menikah.

"Apa anda sudah memberinya nama?."tanya
suster itu.

Jacob  membuka mulutnya hendak menjawab namun ia tidak tahu harus menjawab apa.

"Wah sepertinya anda harus memberinya nama."usul suster itu tersenyum ramah lalu pamit  keluar ruangan itu.

Sepeninggalan suster itu Jacob hanya diam sambil menatap bayi itu.

"Apa yang harus aku lakukan padamu nak?."Jacob bertanya pada bayi Mungil itu.

"Aku bahkan tidak punya apa-apa."

"Apa aku harus menitipkan mu  di panti asuhan?" Ia kembali bertanya.

Mendengar Jacob mengucapkan hal itu bayi itu tiba-tiba menangis keras, seolah-olah ia tidak mau Jacob pergi.

"Oh tidak, tidak jangan menangis. " Jacob menggendong bayi itu hingga tangisannya reda,lalu ia  pun tertidur pulas.

Jacob tersenyum.
Tak terasa air matanya menetes.

"Baiklah kamu akan tetap bersamaku."ucapannya lembut.

"Dan aku punya nama yang cocok untuk mu"

"Namamu adalah JOANA, dan jadilah gadis yang kuat."

Sejak saat itu Joana dibesarkan oleh Jacob.
        Ia tumbuh menjadi gadis yang kuat.

Hai! ( ꈍᴗꈍ)
Gimana menurut kalian ceritanya, bagus gak?.

Please give me vote and comennt!🙏
Biar tambah semangat nulis cerita ini.

Bagi kalian yg udah baca prolog diatas,please! cerita ini gak seperti yang kalian pikir.

JOANACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang