Udara Malam Yang Sejuk,Bulan Purnama Bersinar Terang Dan Langitnya Dihiasi Oleh Bintang-Bintang Yang Indah.
Malam Ini Adalah Malam Yang paling Sempurna Untuk Dinikmati Keindahannya.
sambil Menikmati Keindahan Bulan Purnama Ini,Aku Duduk Di Kursi Jalanan Yang Sepi dan Sunyi,Hanya Bulan Dan Lampu jalanlah yang Menemaniku Ditengah Malam Yang senyap ini.
Aku hanya Terdiam Tenang Meratapi Cahaya Bulan Ini,Sampai Akhirnya Ketenangan Itu Hilang Saat Ku Melihat Ada Seseorang Yang Berdiri dengan Tegap layaknya Tiang Kokoh.
Dia Berdiri Diantara 2 Tiang Lampu Jalan yang Ada Di Seberang Jalan Tidak Jauh dari Tempat Duduk Ku Ini.
Aku Tidak Pernah Memalingkan PandanganKu Selain Kearah Pemuda Yang Membawa Sebilah Pisau Tersebut.
Hawa Mencekam Dari Pemuda Tersebut Sangatlah Terasa Dari Kejauhan.
Pisaunya Sangat tajam dan Mengerikan Seperti ingin Membunuh Seseorang.
Aku Tidak Bisa Menahan Rasa Takut Yang Menjadi Jadi Ini,Aku Ingin Segera Pulang Kerumah.
Tetapi,Pada Saat Aku Mengambil Langkah Seribu Untuk Menjauh Dari Pemuda itu,Tiba-tiba Aku Merasakan Ada yang Mengejar Dari Belakang.
Saat Ku Menoleh Kebelakang,Benar Saja Ada Seseorang yang mengejarku Yang ternyata adalah Pemuda Tadi.
Larinya Sangat Kencang,Badannya Yang Kurus,Memudahkan Ia Untuk Berlari Lebih Kencang Lagi.
Aku Sangat Ketakutan,Bilah Pisau Ditangannya Sudah Hampir Mendekati Punggungku.
"Oh Tuhan,Tolonglah Aku Dari Kejaran Orang Ini.." doaku dalam hati sambil berlari.
Aku sangat Ketakutan,Aku Hampir Kelelahan.
Tapi,Sebelum Aku Kelelahan,Tiba Tiba Pemuda Itu Jatuh Dan Tergeletak Tak Sadarkan Diri.
Aku Sempat Kaget,Tetapi Saat Kutelusuri Badan Sipemuda Tersebut,Ada Bekas Luka Tembak Yang Berada Di Bagian Dadanya.
Bukannya Tenang,aku Malah Makin Ketakutan Karena Bekas Luka Tembak Tersebut.
"Jangan Sampai Aku Jadi Yang Selanjutnya untuk Ditembak..!!"pikirku cemas
Belum Sempat Aku Menarik kan Nafas Lega,Tiba Tiba Ada Orang Dengan Badan Yang Lebih Tinggi dariku Dengan Postur Tubuh Seperti Binaraga,Keluar Dari Balik Semak belukar Didekat Lapangan Ini.
Dia Mendekatiku Dengan Memegang Pistol.
Aku Langsung Berlari Ketakutan,takut akan Pistolnya Bakal Menembakku.
"Hey,Tunggu..!"panggilnya Sambil Berteriak.
Yang tadinya aku Berlari kencang,tiba tiba tubuhku Menjadi Diam Dan Menuruti Apa yang dia Katakan Tadi.
"A...ada apa,pak?"Balasku Sambil Ketakutan.
Dia Mendekatiku Dengan Cepat.
"Sedang apa Kamu Di Tengah Malam Begini?"Tanya Bapak Ini Sambil Memegang Bahuku.
"Kau tau kan kalau dikota ini tidak ada yang aman..."lanjutnya.
"Ti...tidak apa apa kok pak,aku hanya Ingin Menikmati Bulan Yang indah Ini Saja..."jelasku Sambil Ketakutan.
yah,Aku Ketakutan Karena aku diajarkan Oleh Orang Tuaku Untuk Tidak Berbicara pada Orang Asing.
"Lebih Baik Kamu Pulang Kerumah,Sangat Berbahaya Berada diluar sendirian Pada Malam Hari..."jelasnya
"Aku Memang Mau Pulang kok pak,Tapi..."ada hal yang mengganjal dipikiranku.
"Apakah bapak Tau Siapa Dia..?"aku menunjuk seseorang yang mengejarku tadi tergeletak dijalan.
"Oh,ini.dia adalah salah satu orang dari Penduduk Pertentangan,Untung Saja Bapak Melihat Kamu Dikejar Sama Dia,Jadinya Bapak Tembak Dia"Jelasnya Sambil Berpose Keren.
"Jadi,Bapak Yang menyelematkanku,Terima kasih banyak ya pak"Ujarku sambil Tersenyum Lega.
"Sama-sama,Oh iya,bapak Mau Patroli Dulu,ini kartu Nomor Bapak,Hubungi jika Dalam Bahaya,oke?"dia memberikan Kartu Nomornya.
"Wah,aku sangat terbantu,terima kasih,pak Kasim"Sekali Lagi Aku Berterima Kasih Pada Bapak Itu.
Saat Kumelihat Bapak Itu Sekali Lagi,Tiba-tiba Dia Menghilang Begitu Saja Tanpa Jejak.
Bapak Itu Sangat Misterius,Soalnya Dia Datang Seperti Kucing,Dan Menghilang Seperti Ninja.
Aku Tidak Terlalu Memikirkannya Sih,Bapak Itu Kan Katanya Ingin Berpatroli.
"Aduh,Aku Berpikir Terus,Mending Pulang Aja ah..."Kata ku Sendiri.
Aku Langsung Beranjak Pulang Kerumah Dengan Cepat,Untungnya Rumahku Tidak Jauh Dari Sini.
Akhirnya,Aku Malah Tidak Bisa Menikmati Malam Yang Indah Ini Dengan Keadaan Yang Tenang.
Aku Terus Berjalan,Dan Melihat rumahku Yang Sangat Indah.
Aku Masuk Kerumah Dan Langsung Mengunci Pintu dengan Cepat,Takut Nantinya Ada Sesuatu Yang Aneh Lagi Yang Bakal MenghampiriKu.
Tetapi...
Ketenangan itu Dipecahkan Saat Ku Melihat Ke Jendela,Ada Seorang Stalker yang melihat rumahku Dengan Tatapan Yang Tajam.
Itu Sangat Membuatku Takut,Karena Mimpi Terburukku Adalah Dilihat Oleh Stalker Seperti Itu,Aku takut Kalau Dia Adalah Seorang Pembunuh.
Aku Langsung Mengunci Semua Pintu Masuk Rumah Ini.
Aku Sangat Ketakutan,Aku Tidak Bisa Memikirkan Apa-apa Lagi.
Tambahan KetakutanPun Terjadi,PintuKu Diketuk Oleh Orang Itu.
Itu Membuatku Tambah Ketakutan,Langsung Bersembunyi Dikamarku.
Tidak Lama Setelah Itu,Mataku Terasa Berat,Aku Sangat Mengantuk.
Aku Tidak Bisa Menahan Rasa Kantuk Ini,Walaupun Beberapa Kali Kucoba Untuk Terbangun.
Setelah Kucoba Untuk Terbangun,Akhirnya Aku Kalah Dengan Sekali Pejaman Mata.
Aku Tertidur Lelap,Seakan Tak Ada yang Terjadi Diluar Sana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Untuk Membaca Cerita Lanjutannya,Mungkin Bakal Dirilis Minggu Depan,Jadi Ditunggu yah.
Dan Satu lagi
jangan Lupa Untuk Vote nya Yah dan Beri Komentar Untuk Sarannya.
YOU ARE READING
Bloody Sky
Mystery / ThrillerBerawal Dari Sebuah Kota Bernama "Ordic" Dimana Mayoritas Penduduknya Memiliki Sifat Yang Ramah Dan Baik Hati. Namun,Ada Juga Minoritas Penduduknya Memiliki Sifat yang Disebut"Pertentangan". Kota Ordic Tidak Pernah mendapatkan Apa Itu Ketenangan,Kar...
