Hollaaa! Happy reading
Selamat jatuh cinta bersama Adnan dan Nanda^
♡♡♡
"Lo gila ya! Sumpah kalo tadi beneran nabrak gue cincang lo" Omel Nanda menabok lengan kokoh kekasihnya keras.
Adnan yang sudah kebal dengan sifat Nanda yang sedikit bar-bar justru merangkul pundak kekasihnya itu mesra.
"Tapikan enggak yang," ucap Adnan.
"Ish," Nanda menggerutu sebal.
Adnan dan Nanda berjalan bersisian menuju kelas mereka. Berpuluh-puluh pasang mata menatap mereka iri. Banyak yang memuja juga banyak yang mencela.
Siapa sih yang tak kenal best couple di SMA Cakrawala? Nanda dan Adnan hampir setiap detik dibicarakan warga Cakrawala, bagaimana tidak? Postingan instagram keduanya tak luput dari foto mesra mereka. Dan jangan lupakan mereka adalah pengurus inti radio sekolah. Setiap malam Sabtu dan Minggu mereka bertugas bersama, mengisi celotehan yang menemani para jomblo kadang ditambah candaan receh plus gombal yang membuat hati para jomblo menjerit.
Nanda menaruh ransel biru lautnya di meja, kemudian dia memutar tubuhnya menghadap Adnan di meja belakangnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Adnan.
"Jatah," sahut Nanda. Ia memasang wajah imut untuk menarik perhatian Adnan.
Adnan mendengus kasar, "Gak usah sok imut deh Nda,"
"Huh! Oke," Nanda mengerucutkan bibirnya lalu menghadap kembali kedepan. Ia menyumpal kedua telinganya dengan earphone biru lautnya.
"Ndol," panggil Adnan.
Tak ada sahutan.
Adnan duduk di atas meja Nanda, mengangkat dagu gadis itu lembut. "Nandol,"
Nanda menepis tangan Adnan, lalu memalingkan wajah.
"Kenapa Nan?" Tanya Diko teman Adnan yang baru datang.
Adnan mengangguk, "Biasa minta jatah,"
"Jangan dikasih Nan masih pagi, kesenengen ntar dia," ujar Diko lalu dia beranjak ke tempat duduknya bersama Adnan.
Adnan tersenyum singkat, ia merogoh saku celananya. Mengeluarkan permen karet rasa strawbery kesukaan Nanda.
Diacungkannya permen itu persis di depan mata gadisnya.
Nanda langsung mendongkak menatap Adnan dengan senyum mengembang. Membuat Adnan gemas.
"Bisa gak sih senyumnya gak usah manis manis," ucap Adnan sambil mencubit pipi tembam Nanda.
"Ya biarin kan cuma sama kamu," sahut Nanda.
"Nih jatahnya jangan ngambek lagi ya Nandol,"
Nanda menerima permen itu antusias. "Makasih sayang,"
"Eh bentar yang," cegat Nanda saat Adnan ingin beranjak dari hadapannya. Gadis itu mengeluarkan permen yang sama seperti yang Adnan berikan.
"Jatah buat lo," ucap Nanda.
Adnan terkekeh, "Kan aku gak minta Ndol," ucap Adnan. "Tapi sini deh,"
Nanda tersenyum gembira. "Sini aku bukain,"
Adnan menatap Nanda lembut, "I love you Nandol," tutur Adnan.
"Love too Nanan," sahut Nanda, ia mencubit pelan hidung mancung kekasihnya.
"Duh pagi pagi udah liat kopel permen karet aja," ucap Hilda yang baru saja datang.
"Iya nih bikin yang jomblo mupeng," celetuk Dian.
"Lo mupeng Di? Gih bikin kopel sama Diko," sahut Adnan.
Dian melirik Diko sinis, "Yeuu najong sama Diko si tukang kentut,"
Nanda, Adnan dan Hilda tertawa keras.
"Nyolot ya lo biji kuaci," ejek Diko.
"Masalah buat lo!" Sewot Dian
"Masalah dong penglihatan gue tercemar gegara liat body lo yang segede biji kuaci," ujar Diko.
"Dikooo!!!!" Teriak Dian. Dian maju mendemati Diko dengan beringas menjambak rambut Diko.
"Pisahin gak nih?" Tanya Nanda pada Hilda dan Adnan.
"Gak usah ntar juga diem sendiri," jawab Hilda.
♡♡♡
Nanda mengumpat kasar karena Adnan membuatnya menunggu selama satu jam lebih di parkiran. Tadi Adnan bilang akan terlambat sebentar karena ada rapat futsal membicarakan pertandingan minggu depan. Jadi Adnan meminta Nanda untuk menunggunya di parkiran.
"Apa gue bawa aja ya motornya?" Tanya Nanda entah pada siapa. Dia memandang kunci motor Adnan yang berada di genggaman tangannya.
"Gue susul aja ah," putus Nanda.
Adnan yang hari ini membawa motor matic milik ibunya memudahkan Nanda mengendarai motor itu tanpa kesulitan.
Nanda membawa motor itu ke lapangan outdoor sekolah dengan kecepatan sedang.
Adnan menoleh ketika Diko disampingnya menepuk pundak cowok itu.
"Tuu cewek lo," tunjuk Diko ke arah Selatan lapangan futsal.
Adnan menoleh ke arah yang tadi Diko tunjuk. Pupil mata Adnan melebar mendapati gadisnya tengah mengendarakan motor matic milik ibunya.
"Gue cabut dulu, rapatnya dilanjut besok sekalian latian," ucap Adnan terburu-buru.
"Ndol berhenti woy," teriak Adnan.
"Bentar Nan!" Sahut Nanda.
Adnan menghembuskan nafas lelah. Ia tahu Nanda tidak terlalu mahir membawa kendaraan. Terakhir gadis itu mengendarai motor malah nyungsrep di got dekat perempatan rumah Adnan.
Nanda mengerem motornya di depan Adnan. Lalu ia bersedekap dada, "Lama banget sih,"
"Ya maaf sayang,"
Adnan mengambil alih motornya, "Ayo pulang," ajak Adnan.
Nanda menggeleng.
Adnan menyerngit heran, "Mau nginep disini?" Tanya Adnan.
"Ish enggak," kesal Nanda.
"Ya udah ayo naik,"
"Gue yang di depan ya Nan," ucap Nanda. Dia menampilkan wajah ter imutnya.
Adnan mengusap puncak kepala Nanda lembut. "Tapi hati hati ya,"
"Siap captain,"
Nanda menarik gas dengan perlahan, dikendarainya motor Adnan dengan kecepatan sedang. Adnan di belakang Nanda sudah menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu.
"Ndol," panggil Adnan.
"Yaa,"
"Ndol," panggil Adnan.
"Apa? Berisik banget sih," omel Nanda.
"Laper gak?" Tanya Adnan.
"Laper lah nungguin lo tadi," jawab Nanda asal.
"Mampir ke tempat biasa ya,"
"Lo yang traktir ya Nan,"
Adnan mendengus, "Iya siap tuan putri,"
Purwokerto, 31 Oktober 19
KAMU SEDANG MEMBACA
Adnan & Nanda
Fiksi RemajaAdnan dan Nanda, sepasang kekasih yang mereka bilang perfect couple. Namun siapa sangka, keduanya memutuskan berpisah, tanpa kejelasan. Adnan dan Nanda sama sama terluka. Terluka karena kebungkaman mereka sendiri
