"mama lihatlah aku, cantik bukan??". kataku, Namun mamaku hanya terdiam sambil melihatku, begitupun dengan ayahku, mereka hanya terdiam melihatku dengan tatapan marah mereka dan wajah pucat mereka. Padahal, aku sudah siapkan makanan terenak sepanjang hidup mereka yaitu daging steak ber-oles sambal tomat. padahal, aku pun sudah memakai gaun terindah untuk mereka, gaun putih dengan sedikit variasi bercak merah . aku pun sudah memberikan pengalaman berharga untuk mereka, yang tak kan pernah terlupakan sampai akhir hayat mereka sekalipun. tapi, kenapa mereka hanya terdiam. Apa karena aku telah berbuat nakal lagi??
karena tidak mendapatkan respon, dengan pasrah aku pun mengalah dan membiarkan kedua orang tuaku untuk menenangkan diri. Mungkin memang benar salahku. Mungkin karena diriku yang sedikit nakal tadi. Setelahnya, Aku pun beranjak pergi kembali ke kamarku yang berada di lantai dua. Suara decitan kayu pun mengiringi setiap langkahku, mungkin karena rumahku bisa dibilang sudah tua. Karena itu akan terdengar decitan bila ada orang yang menaiki tangga, walaupun sedikit menakutkan, tapi aku baik-baik saja dengan suara itu.
Setelah masuk ke kamar, aku pun menutup pintu dan semua jendela yang terbuka dan langsung menjatuhkan tubuhku ke tempat tidur. Saat diriku rebahan, Aku pun lamat-lamat melihat kertas yang tergelatak di bawah meja tempatku belajar, sampai Kertas itu tertiup dan bergeser ke arahku. Dan setelahnya aku pun tertidur lelap.
™️
Siang itu aku pergi ke sekolah bersama teman terbaikku,Rina. kami biasa bersekolah bersama. namun karena Rina orangnya introvert, saat sampai disekolah Rina selalu berpisah jalan denganku. Katanya dia tidak suka dilihat oleh orang banyak. Oleh karena itu dia selalu memilih gerbang belakang. Sedangkan aku selalu memilih gerbang depan. lagi pula disana juga ada kiran,Naya, Eni Yang selalu menungguku, alhasil aku tidak pernah bareng dengan Rina bila masuk ke kelas.
Di tengah istirahat aku pun ramai bercerita dengan mereka. Namun saat aku melihat ke sekeliling. aku sadar, bahwa Rina tidak ada di kelas.
"eh.. kalian liat ga, si Rina dari tadi ko ga adannya?".Kataku.
"Rina, bukannya Rina ga masuk sekolah Fan". jawab Karin.
"Nya, masa lo ga tau. Tapi, ada apa nih tumben-tumbenan lo ngomongin si Rina". tambah Naya.
"ga...ga papa". jawabku sekenanya, --namun entah kenapa aku merasakan hal yang aneh. kenapa Rina ga masuk kelas, bukanya tadi dia lewat jalan belakang denganku. Benar-benar aneh. Apa mungkin terjadi sesuatu dengan Rina, tapi bagaimana kalau iya. Ya ampun, kalau gitu caranya gimana? apa aku harus pergi ke gerbang belakang sekolah?-- lamun ku.
Karena sedari tadi aku melamun, akhirnya Eni yang sebangku denganku ambil suara dan menggoyang-goyangkan tubuhku untuk menyandarkan ku kembali. Dirinya bertanya padaku kenapa aku malah melamun. Oleh karena itu aku pun mengatakan segala keresahanku pada Eni. Eni pun mengerti dan mengatakan kalau pulang nanti Eni akan menemaniku untuk mencari keberadaan Rani.
™
Karena hari sudah sore dan sekolah sudah dibubarkan. Aku dan Eni pergi mencari Rina yang hilang di gerbang belakang sekolah.
di sepanjang jalan, aku menceritakan bahwa sifat ayahku dan ibuku berubah akhir-akhir ini. Aku bilang, bila aku menanyakan sesuatu kepada orang tuaku, mereka sama sekali tidak merespon dan hanya memandangiku saja.
Eni hanya menjawab"Mungkin karena ada hal dari tindakan lo, yang ibu dan ayah lo ga suka". Jawabnya.
--Sejujurnya, aku pun terkadang berpikir seperti itu--gumamku.
"Eni... kamu tahu, aku sangat suka boneka yang ada disebelah rumahku,itu boneka tercantik yang pernah aku lihat, aku benar-benar ingin memilikinya...".Kataku.
"lo suka, kenapa ga beli?". Tanya Eni.
"Nanti, aku akan ambil dari orang tuanya". Jawabku serius.
sambil meninggalkan Eni dibelakang. Namun sesampainya di sebuah gudang kosong. Aku berhenti dan masuk kedalam. Aku berpikir mungkin Rina bersembunyi di ruangan itu. Eni pun menyetujui hal itu dan mengikuti langkah diriku.
tok...tok....
suara ketukan mulai terdengar di sepenjuru ruangan itu,bau amis menyeruak ke segala arah mata angin, decitan pintu, dan cahaya remang-remamg membuat semuanya menjadi lebih mencekam.
terlihat di ujung ruangan Rina sedang duduk disana.
Eni dengan cepat menghampiri Rani yang sedang terduduk, dengan diikuti diriku. Eni Menghampirinya dan melihat sedang apa Rina berdiam diri. Namun satu hal yang pasti, seketika Eni langsung tersungkur.
Brukkk.....
Eni langsung tertunduk lemas ketakutan..
dirinya gemetar sangat, seperti orang gila.
dengan cepat aku pun menghampirinya, yang aku lihat hanyalah seorang Rani yang matanya terbelalak dengan sebuah pisau tertancap mulus di tubuhnya.
"En...Eni..." kata ku gemetar.
" fan...fana...Rani?".Kata Eni dengan gemetar.
dengan sekuat tenaga aku berusaha mencabut pisau tersebut,
"En...eni....". Kataku lagi sambil melihat Eni yang gemetar hebat.
"Sepertinya Aku tahu sesuatu, kenapa Rani hanya menatap kita sekarang, kenapa pula Ayah dan ibuku tidak pernah meresponku. Mungkin,
•
•
•
•
•
•
•
Karna
•
aku
•
Telah
•
Membunuh
•
Mereka
•
Semua...!?
Kataku, sambil mengacungkan pisau berlumur darah itu ke arah
•
•
•
Eni~....
Wahai bonekaku yang cantik
"akhhhhhhhhh.........". Setelahnha Suara melengking pun menghiasi gedung itu. Benar-benar pertunjukan yang memukau bukan?
#Eni I love you
kuharap kau bahagia di neraka sana ^_^
by. Fana ⊂(◉‿◉)つ
♠️♠️♠️
Gimana apa menakutkan?
apa menarik ceritanya??
menurut kalian adakah kejanggalan-kejanggalan yang tejadi pada tokoh "aku", kalau menurut kalian ada tolong coment, and jangan lupa vote ok.
thank you bye-bye, semoga kamu ga takut walaupun aku sedang bersama kamu saat ini. ⊂(◉‿◉)つ
♠️♠️♠️
YOU ARE READING
Alone (tamat)
Mystery / ThrillerAKU TIDAK TAKUT PADA MAYAT. NAMUN, BILA MELIHATNYA BERDIRI.....
