"Han, bantuin aku ngerjain prnya dongg," pintaku lagi kepada Han.
"Gak bisa Alinn... aku lagi diluarr, aku harus ngomong berapa kali sihh?" jawab Han dari ujung lain telepon dengan nada kesal.
Aku menghela nafas. Sekali lagi, teman—bahkan sahabatku itu—tidak berguna dalam membantuku mengerjakan pr berbahasa Perancis itu.
Han, nama pria berasal Perancis yang aneh dan berbahasa Indonesia itu, menjadi temanku yang seru tapi tidak berguna.
"Yaudah. Makasi hidup, udah ngasih aku lemon lagi." ucapku, sedih.
"Eh, btw, kamu senggaknya inget dongg, besok hari apaa?" lanjutku, kali ini dengan penuh harapan.
"Nggak. Emang ada apa, eh tunggu bentar... Jangan bilang besok ada tes?!" tanya Han, pura-pura panik.
Badanku seketika lemas. Orangtuaku, semua temanku bahkan tidak mengingat hari ulang tahunku besok. Rasanya aku ingin menangis.
"Nggak, bukan. Yaudah sana, jalan-jalan lagi gih," kataku dengan nada lemas. Aku memutuskan sambungan telepon itu sebelum Han bisa berkata-kata lagi.
Hanya ada satu cara untuk memperbaiki moodku ini sekaligus otakku ini—yang juga terbakar karena pr berbahasa Perancis itu—yaitu untuk tidur.
Aku memang terlihat seperti orang paling menyedihkan didunia ini. Orangtuaku memang orang billiyaran, tetapi uang tidak bisa membuat anak satu-satunya mereka senang. Aku seseorang yang kalian sering juluki "masa kecilnya kurang bahagia".
Sekarang jam sebelas malam. Untungnya, pr itu tidak untuk besok karena besok hari sabtu.
Aku sangat mengantuk, aku harus tidur sekarang, karena besok, aku harus merapikan ruangan salah satu apartemen Papa yang kutinggali sekarang.
Aku bertekad aku tidak akan merayakan ulang tahunku. Pertama, aku tidak akan membuang uangku hanya untuk membeli kue ulang tahun yang di akhirnya aku akan rayakan sendirian. Kedua, ulang tahunku ini sangat tidak berarti bagi semua orang yang kukenal—termasuk keluargaku—.
Aku sangat benci hari ulang tahunku.
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Beauty of Life
RandomAlin mengira hari ulang tahunnya ini akan berakhir dengan buruk, karena ia sedang berkuliah di Paris sendirian. Tidak ada yang akan datang dari Indonesia ke Paris hanya untuk merayakan ulang tahun Alin. Tetapi, jika Tuhan berkata sebaliknya, maka h...
