Delfano Tarendra :
Jarak ini hanya membatasi bukan mengakhiri.
Perjalanan ini hanya bertemu tanda koma bukan titik. Ketika
jarak sudah tidak menjadi batas antara aku dan kamu, aku akan
mengajakmu melanjutkan perjalanan cerita ini. Aku memang
sedang merahasiakan sesuatu dan kamu tidak perlu tahu itu.
Rahasia bisa disebut rahasia jika tidak ada satupun yang
mengetahuinya bukan ? Sudahlah, yang perlu kamu tahu saat
ini aku sedang berusaha membuat kata aku dan kamu menjadi
kata KITA.
Nabila Devangana :
Tuhan, aku tidak pernah menyebutkan nama seorang
laki-laki dalam doaku. Tapi kali ini berbeda tuhan. Aku telah
jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada hambamu, Delfano Tarendra.
Dia hambamu yang nyaris sempurna bagiku tuhan, aku senang
mengenalnya. Memang dia suka marah-marah, tapi itu demi
kebaikanku. Dia sudah ajarkan aku banyak hal, salah satunya
mengikhlaskan. Dia benar-benar sudah membuatku lebih dekat
padamu tuhan. Jadi aku mohon, jaga dia disana. Ukirlah
senyuman diwajahnya pada setiap harinya. Apabila aku yang
tidak sempurna ini baik untuknya, kuatkan aku tuhan. Bantu
aku untuk melewati setiap proses menuju waktu yang tepat itu.
Waktu yang orang-orang bilang "Indah".
Bayu Pradika :
Bukan tentang cara memilikinya, tapi cara
membahagiakannya. Bukankah saat jatuh cinta kita diberi
pilihan, pilihan untuk memperjuangkan atau membahagiakan.
Tapi semua pilihan itu pasti akan membuat kita jatuh. Nama-
Nya jatuh cinta mustahil kalau tidak merasakan yang namanya
jatuh. Jangan permasalahkan jatuhnya, tapi pikirkan pilihan
setelah jatuh. Bangkit atau menyerah ? Dalam jatuh cinta
memang harus ada yang dikorbankan. Entah itu hatimu atau
dirimu. Perasaanmu atau usahamu.
