Prolog

34 1 0
                                        

"Aduhh, maaf. Gue telat." Kata gadis itu.

Seseorang yang dari tadi menunggu gadis itu hanya mendengus keras, sudah biasa dengan tingkah sahabatnya ini.

"Kalau gue tertinggal pesawat, lu mau tanggung jawab, Anyerilla?" Anyerilla hanya menyengir lebar mendengar perkataan sahabatnya itu.

"Udahlah, jangan cemberut gitu dong. Lagian gue udah datang kok." Anyerilla atau yang biasa di panggil Anye itu menjawab sambil memeluk sahabatnya itu.

"Apaan sih, gak usah peluk juga. Jauh jauh sana lu." Gevan berbicara sambil melepaskan lengan sahabat kecilnya ini dari tubuhnya.

"Lu tuh mau pergi, manjain gue dikit kek." Anye menjawab sambil mengeratkan kembali pelukannya kepada Gevan.

Kedua orang tua Gevan yang dari tadi juga berdiri di sana, hanya tersenyum melihat kedekatan mereka berdua. Sudah biasa melihat kedekatan putra mereka dengan Anyerilla putri dari teman mereka.

"Sudah, Gevan ayo siap-siap. Pesawat kita sebentar lagi Take Of." Papa Gevan akhirnya angkat bicara setelah hanya diam menyaksikan pertengkaran kecil putranya dengan gadis itu.

Gevan menghela nafasnya dan kemudian berdiri dari bangku yang dari tadi didudukinya bersama Anye dan kedua orang tuanya. Matanya melirik sekilas ke arah Anye yang tersenyum kepadanya. Sejujurnya dia menyukai gadis ini ah bukan tepatnya menyanyangi gadis ini dari dulu. Ingin mengakuinya tapi dia takut Anye akan menjauh darinya.

"Gue pergi dulu ya. Jaga diri lu, jangan cengeng, karena tidak ada gue. Gue usahain bakalan balik secepatnya." Gevan berucap sambil menatap dalam Anye. Sebenarnya dia tidak rela meninggalkan gadis ini apalagi membiarkannya sendiri tanpa ada dirinya.

"Iyah Gevan. Lu tenang aja kali, gue bisa jaga diri." Anye membalas sambil tersenyum lebar." Buruan sana, orang tua lu udah jalan tuh" lanjutnya ketika melihat orang tua Gevan melangkah menjauh.

"Jangan rinduin gue, gue pergi yah. Dah Anyerilla." Sebelum pergi dia menyempatkan diri mengacak surai rambut gadis di depannya ini, dan segera melangkah menjauh sebelum gadis itu berteriak kesal kepadanya.

Anye tersenyum dan melambaikan tangannya saat Gevan membalikkan tubuhnya setelah melihat Gevan masuk kedalam, Anye tertunduk lesu di tempatnya, senyum yang sedari tadi terpatri di bibirnya lenyap sudah tergantikan dengan bibir yang terkatup rapat tanpa senyum. Menghela nafas diapun berbalik pergi meninggalkan tempat ini.

•••
Hello maaf yah kalau penulisan dalam cerita ini masih kacau, maklum masih penulis amatir aku tuh :v.

Du hast das Ende der veröffentlichten Teile erreicht.

⏰ Letzte Aktualisierung: Nov 03, 2019 ⏰

Füge diese Geschichte zu deiner Bibliothek hinzu, um über neue Kapitel informiert zu werden!

SomedayGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt