Prolog. Knock on the door

1.6K 131 9
                                        

Tok tok tok

Min Yoongi baru saja hendak tertidur setelah hari yang panjang sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengejar dosen untuk tanda tangan skripsinya. Saat ini pukul sebelas malam dan seseorang kurang kerjaan entah siapa mengetuk-ngetuk pintu apartemennya.

"Siapa sih. Ganggu aja," Gerutu Yoongi. Mencoba mengabaikan ketukan di pintu yang ritmenya konstan dan tidak bertambah keras. Tapi juga tidak ada tanda-tanda akan berhenti.

Tok tok tok

"Iiihhh dasar sialan! Awas saja kalau tidak penting!" Omel lelaki mungil berwajah manis itu. Bermodalkan celana kolor selutut tanpa baju atasan (karena musim panas sudah tiba dan ia tidak modal membeli kipas angin) Yoongi beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu apartemen. Mengernyit heran melihat sesosok tinggi besar dengan pakaian hitam-hitam. Rambutnya gondrong sebatas bahu dan tertutup bucket hat warna hitam.

"Siapa?" Tanyanya awas. Diam-diam mempersiapkan diri jika pria asing itu hendak berbuat jahat. Begitu-begitu, Yoongi sabuk hitam karate.

Tak disangka, sosok yang semula melongo terpana melihat Yoongi itu tersenyum lebar. Yoongi hanya bisa melihat mulut dan hidungnya yang mancung karena topinya menutupi matanya.

"Hyung, ini Kookoo. Kookoo datang karena kemarin sudah legal dan mau menagih janji hyung untuk menikah!"




























Omake

"Yung tanthik, Kookoo suka sama Yung. Ayo menikah Yung!"

Yoongi yang berusia sembilan tahun menatap aneh kepada anak tetangganya (yang sedang dititipkan di rumahnya) yang masih berumur tiga tahun enam bulan.

Bocah lucu itu memandang Yoongi dengan mata bambi yang berbinar-binar. Telak jatuh cinta kepada yang lebih tua.

Yoongi mendengus.

"Nanti yah, kalau kau sudah legal dan kaya. Sana cebok dulu sama Mama. Masih pakai pampers kok sudah nikah-nikahan segala"

Baby Love On! (KookGa)Stories to obsess over. Discover now