Hari ini adalah Hari Jum'at. Dimana bagi orang Islam yang pria melakukan shalat Jum'at. Beda halnya dengan empat perempuan ini. Mereka malah enak enakkan duduk di bangku taman sambil tertawa riang.
"Gue mau kentut nih"ucap salah satu dari mereka yang bernama Anistya Wijaya.
"Bau gak?"tanya perempuan yang bernama Niki Colas.
"Yang namanya kentut pasti bau lah oon"jawab perempuan yang bernama Syifa Bara.
"Berisik. Kentut kentut aja!" Kesal perempuan yang paling cantik diantara mereka. Dia bernama Elischia Xanana.
"Eh iya ya! Kalau mau kentut ya kentut aja! Masa minta izin dulu" Anistya berbicara sendiri membuat teman temannya menatap ia dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Lo mau kentut apa kagak nih? Gue juga mau kentut" sekarang Elischia juga mau mengeluarkan gas alaminya.
"Mau lah! Ini juga mau kentut. Kuy kentut!"ucap Anistya.
"Kuy!" Sorak mereka berempat.
Tuuuuuttt bruiuak preeetuii prrrrrrrrrtt. Begitulah kira kira bunyi kentut mereka.
Setelah itu mereka berempat terdiam selama lima menit. Selepas itu mereka semua tertawa terbahak bahak.
"Hahaha udah haha udah perut gue hahaha sakit"Niki sudah sakit perut karena tertawa begitu keras.
"Iya hahaha udah" Syifa mulai meredakan tawanya.
Kemudian tawa itu sudah lenyap begitu saja.
"Oi onyet onyet gue"panggil Elischia kepada sahabatnya itu. Sedangkan yang dipanggil sudah menatap Elis dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gue mau pulang nih! Duluan ya onyet onyet akoh" Elis berlalu didepan sahabatnya yang sudah ingin memakannya hidup hidup.
"DASAR IBAB LO"teriak sahabat Elis. Elis yang mendengarkan teriakan dari teman temannya hanya terkikik.
"ELIIIIIISSS GUE NEBENG"teriak Syifa yang sudah berlari mengejar Elis.
"BURUAN"teriak Elis yang tak kalah kuatnya.
Kemudian mereka berempat pergi meninggalkan taman menuju rumahnya masing masing.
Elischia PROV
Setelah mengantarkan Syifa pulang, gue mampir dulu ke rumah sepupu gue.
"ASSALAMUALAIKUM TANTE, OM, SEPUPU AKU YANG TERCINTA" teriak gue masuk kedalam rumah sepupu gue. Lebih tepatnya rumah tante dan om gue.
"Waalaikum salam" sepupu gue menjawab salam gue tadi. Ternyata temen sepupu gue lagi kumpul. Gue sih gak malu udah teriak kayak tadi, karena apa? Karena urat malu gue udah putus. Hahaha kebanyakan orang orang bilang kayak gitu.
"Lo kalo masuk gak usah teriak teriak bisa gak? Lama lama telinga gue pecah dengerin lo teriak mulu!"ucap sepupu gue yang bernama Alan Kohn.
"Gak bisa! Tante sama om mana?"tanya gue sama Alan.
"Ada di kamar"jawab Alan singkat.
"Ngapain?"tanya gue lagi.
"Buat anak" jawab Akan dengan santainya.
"APA?TANTE OM. CHIA GAK MAU PUNYA ADIK SEPUPU" teriak gue sambil berlari ke kamar tante dan om gue.
Sedangkan Alan dan teman temannya sudah tertawa.
"Itu beneran sepupu lo?"tanya Kafi.
"Iya!"
"Cantik sih cantik tapi bloon"ucap Alvi.
"Yeee. Walaupun kayak gitu dia pintar tau"bela Alan.
Kemudian gue berjalan kearah Alan dkk. Gue natap dia dengan tatapan penuh amarah. Enak aja dia bohongin gue, gue harus kasih dia pelajaran.
Pas sudah didepan Alan gue langsung membelakangi dia dan PRRRRRTT TUUUT. Berhasil! Gue berhasil ngasih dia pelajaran.
"Anjing bangke! Bai banget kampret. Lo ngapain sih ngentutin gue? Bau tau nyet " gue lihat Alan kesal banget sama gue. Sedangkan teman temannya sudah tertawa terbahak bahak.
"Itu pelajaran buat lo! Karena lo udah enak enaknya bodoh bodoh in gue. Berani lagi lo bohongin gue! Gue kentutin lo ampe mati!" Ancam gue. Alan tau banget! Kalau gue gak pernah main main sama ucapan gue.
"TANTE OM CHIA BALIK"teriak gue pamit.
******
Sekarang gue sudah berada di rumah. Di rumah selalu saja sepi, tidak ada orang yang ada hanya pelayan saja.
"Ck.. Tiap hari gini mulu"ucap gue lesu.
Kemudian gue pergi ke kamar untuk tidur.
Belum juga gue masuk alam mimpi udah kebangun aja. Gara gara sahabat terlaknatnya datang begitu saja ke rumahnya.
"Ngapain?"tanya gue kepada mereka.
"Kita kita mau nginap"jawab mereka serentak.
'Hancur nih kamar gue' batin gue.
"Bolehkan lis?"tanya Niki.
"Ya bolehlah!"jawab Syifa tanpa menghiraukan jawaban dari gue. Selalu saja mereka begini. Bersikap semaunya saja.
Sekarang jam menunjukkan pukul 20.34 malam. Gue dan sahabat gue sekarang sedang nonton MV BTS.
"Aaaaa Oppa ganteng banget"ucap Syifa.
"Jimin jodoh gue. Masya allah seksi banget"ucap Elis.
"Aaaa Jin aaaaa Tae Aaaaa Suga Aaaaa Jungkook Aaaa Jungkook"teriak Niki. Membuat gue, Syifa, Anistya menatap dia tatapan jijik. Ya! Niki itu pecinta kpop fanatik. Jadi biasa kalau dia itu alaynya tingkat dewa.
"Eh! Btw sekolah kita ada anak baru" Anistya mulai berbicara yang gue ketahui ini akan berujung menjadi gosip.
"Siapa? Cowok? Apa cewek?"tanya Syifa penasaran. Sedangkan gue dan Niki hanya menyibukkan diri dengan menonton MV BTS saja. Gue sama sekali tidak ingin tau dengan perbincangan Syifa dan Anistya. Sedangkan Niki dia masih saja terfokus sama MV BTS yang ditontonnya.
"Mereka cowok"jawab Anistya.
"Mereka?"tanya Syifa.
"Iya mereka. News nya sih ada empat cowok!"jawab Anistya.
"Ganteng ganteng gak?"tanya Syifa lagi.
"Iya, mereka ganteng ganteng. Asal lo tau mereka juga seangkatan sama kita!"jawab Anistya penuh semangat. Yang gue ketahui sih, itu cuman semangat ingin bertemu dengan anak baru itu.
"Tidur oi! Dah malam, ngomongin cowok mulu lo" ucap Niki yang sudah mengantuk.
Tuuuiutytt.
Itu bunyi suara kentut Syifa dan asal kalian tau! Kentutnya bau banget.
"Anjing kentut lo bau banget"ucap Anistya menoyor kepala Syifa.
Bersambung....
