Mentari nampak malu malu memancarkan cahayanya. Begitupun keempat gadis ini yang sejak semalam terdampar di bandara internasional seokarno hatta tanpa tau hendak kemana. Masalahnya ini baru pertama kalinya mereka ke Jakarta tanpa orang tua.
Mereka yang tak lain adalah perkumpulan dari berbagai daerah yang akan segera dikirim ke sebuah asrama-kampus elite yang ada di Jakarta. Tapi entah ada kesalahan apa sampai matahari sudah mulai mau memancarkan cahayanya belum juga ada pihak yang datang menjemput mereka. Berkali kali mereka ditawarkan taksi namun karena memang tak tahu harus kemana di Jakarta ini mereka pun menolak.
Pesawat yang mereka tumpangi untuk ke Jakarta memang berbeda tapi entah mengapa mereka mudah dekat satu sama lain walau hanya dalam jangka waktu semalam. Bahkan sebelumnya mereka belum saling mengenal, kecuali untuk dua gadis yang sama sama dari pulau jawa ini, mereka bilang mereka adalah teman saat sekolah dasar dulu.
"Eh, eh, udah pagi" ucap Nuriva yang bangun lebih dulu dan mebangunkan teman temannya.
"Hoammm.. Udah ada yang jemput belum?" tanya si gadis asal Bogor, Rinan.
"Belum, sih, kayaknya" jawab Nuriva memasang wajah kesalnya.
"Kayaknya beneran nggak ada yang peduli sama kita-kita" kali ini gadis asal Medan yang ikut bersuara, Kamina namanya.
"Coba lo telpon, deh, Min. Kali aja diangkat" perintah Nuriva selaku yang paling tua.
"Sip" Kamina mengacungkan ibu jarinya lalu segera mengetik angka angka pada layar ponselnya.
"Nan. Bangunin yang lain, deh. Gue mau ke kamar mandi bentar" Nuriva kemudian berlalu ke kamar mandi. Rinan mengangguk dan melakukan apa yang diperintahkan.
"Weh, bangun. Udah pagi" intruksi Rinan seraya mengguncangkan tubuh kedua gadis lainnya.
Gadis asal Bandung yang katanya teman SD Rinan pun membuka matanya kaget. Ia melihat ke sekelilingnya lalu melontarkan tatapan pada Rinan dengan napas tak beraturan.
"Kenapa lo?" Rinan memegang dahi temannya itu yang mungkin ia sangka panas. "Mimpi buruk" ucap gadis Bandung, Keevani, yang hanya dibalas tatapan maklum dari Rinan.
"Duh" ringis Kamina.
"Kenapa, Min?" Rinan mendekat sambil mengintip ponsel yang Kamina tempelkan ke telinganya.
"Nggak diangkat. Gimana dong?" Rinan memutar bola mata malas mendengar ucapan temannya itu. Sementara Keevani menatap bingung teman temannya yang nampak kahwatir.
"Kebangetan emang! Udahlah mendingan gue balik aja kalo kayak gini, mah. Harusnya gue nolak keras permintaan ortu gue kalo tau bakal begini" bentak Rinan kesal lalu bangkit hendak pergi.
"Mau kemana lo?" Keevani menahan tangan teman SD nya itu yang nampak putih bersih. "Cari makan. Laper."
Gadis itu berdiri, menepuk nepuk celananya yang sudah terlihat lecak. "Ikut" Rinan mengangguk lalu memalingkan pandangannya ke arah Kamina.
"Mau nitip, nggak?" Kamina menggeleng. Rinan lalu mengode menyuruh Kamina membangunkan teman satunya lagi dan dibalas anggukan malas dari Kamina.
•••
"Van, menurut lo kita bakal dijemput gak ya" tanya Rinan random sambil menatap kosong ke arah minumannya.
Keevani tersenyum, "Gue yakin secepatnya." Rinan menatap nanar temannya, "Kapan?"
Keevani tetap tersenyum, meyakinkan temannya kalau masih ada harapan. "Bentar lagi, kok. Insyaallah." Rinan ikut tersenyum lalu kembali meneguk minumannya.
Keevani mengedarkan pandang. Sepi. Kira kira itulah keadaan bandara pagi ini. Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang dan toko toko yang baru separuhnya buka. Tiba tiba dari kejauhan Keevani melihat salah seorang yang semalaman ini ikut dalam perjalanannya sedang berlari ke arahnya sambil meneriaki namanya dan Rinan.
Semakin dekat, semakin jelas. Sudah jelas sekali kalau itu Nuriva yang berlari melambaikan tangan padanya. Keevani berdiri membuat Rinan ikut melihat ke arah yang sama. Setelah menyadari apa yang kawannya lihat, Ia pun ikut berdiri.
"Nuriva? Ngapain lo lari-lari gitu? Mau drama AADC? Bukan saatnya" ucap Rinan ceplas ceplos saat yang berlari tadi baru saja sampai. Nuriva mengambil minuman dingin dari tangan Keevani lalu meneguknya hingga habis. Keevani hanya bisa mengelus dadanya berusaha sabar menghadapi tingkah kawannya.
"Hhaaduhhh. Hii..ituhh" ucap Nuriva terbata bata.
"Apa? Kalo ngomong yang bener" Keevani menatap bingung ke arah Nuriva.
"Kita.. Kita dijemput."
°°°
Alhamdulillah.. Prolog kelar juga.
Ceritanya aku mau bikin k-idols lokal ver. Biar kayak orang orang.gg
Yakan penasaran aja gitu pengen coba yang belum pernah. Seneng deh.. Udah selesai. Akhirnya gantung gak si? Kalo emang iya, santuy. Chap 1 otw kok.
Yaudah sekian. Makasih.
Assalamualaikum,
Teddy
VOCÊ ESTÁ LENDO
Asrama • skz
Fanfic2019 ©teddy Asrama ft. Straykids Ini hanya secuit kisah tentang bagaimana remaja remaja tampan bertemu dengan sekumpulan mahasiswi baru yang menyebalkan namun malah bikin jatuh hati. Apa saja tingkah mereka saat tinggal satu atap? Bagaimana kelakuan...
