The Strong Girls

116 25 2
                                        

Nisa seorang remaja yang berparas cantik, orang kaya, dan famous di sekolahnya. Siapa yang tidak mengenal Nisa di SMA Trisakti ini. Nisa duduk di bangku kelas 10 SMA.

Kehidupannya yang serba mewah membuat dirinya selalu menghambur-hamburkan duit orangtuanya. Nisa adalah anak tunggal dari kedua orangtuanya, ia terbiasa manja dan selalu bergantung pada orangtua. Ayahnya bernama Rico, seorang Direktur Utama di perusahaan yang besar dan terkenal di kotanya. Dan ibunya bernama Christina, seorang designer yang mempunyai beberapa cabang butik yang cukup besar dan bagus.
Jadi tidak heran dengan kehidupan Nisa yang serba mewah ini.

Pagi ini adalah pagi yang cerah terdengar bunyi alarm di kamarku yang seolah olah memanggilku untuk bangun dari tidur pulas ini. Alarm menunjukkan pukul 6 aku terbangun dengan kaget
"haa udh jam segini lagi, knp bibi gak bangunin gue sihh" dengan rasa kesal.
Seharusnya Nisa bangun lebih awal karena hari ini ia harus mengikuti upacara bendera yang biasa dilakukan setiap hari senin jadi agar dia tidak terlambat karena macet ia harus berangkat lebih awal.

Kemudian Nisa berlari ke kamar mandi untuk bersiap siap siap. Setelah selesai mandi Nisa segera turun ke bawah untuk menuju ke ruang makan. Pembantu di rumah nya yang biasa dipanggil bibi menyapa Nisa dengan senyuman

"pagi non, ayo sarapan dulu,"kata bibi

"sarapan gimana sih bi, ini aja udh jam berapa aku bakal telat nanti. Tadi kenapa bibi juga nggak bangunin aku," balas Nisa dengan rasa kesal

"tadi bibi sudah berapa kali ketuk pintu kamar non buat bangunin tapi non belum bangun juga"

"ah masa sihhh," kata Nisa dengan pasang muka sedikit malu

"yauda bibi ambilin tas dan sepatuku sekarang jangan lama lama," suruh Misa kepada bibinya

"iya non bibi ambilin dulu ya," sambil berjalan mengambilkannya
"ini non," sambil memberikan kepada Nisa

"aku berangkat dulu ya bi," kata Nisa sambil melangkahkan kaki keluar

"non bekal nya ini belum di bawa,"
sambil menunjukkan tempat makannya

"sini," sambil lari

Kemudian Nisa masuk ke dalam mobil, sedari tadi Pak Joko supir mobilnya sudah siap. Pak Joko segera menyalakan mesin mobil nya dan segera meluncur.
Sampai di sekolah, Nisa keluar dari mobilnya yang sudah dibukakan pintu oleh Pak Joko. Setelah itu Nisa segera lari menuju kelas karena ia takut telat. Sampai di kelas ternyata ia belum terlambat, 5 menit sebelum bunyi bel Nisa sudah ada di sekolah.

"hadehh hampir aja gue telat," ucapnya dalam hati dan merasa agak lega

Upacara bendera berjalan seperti biasanya, upacara telah selesai satu per satu murid berhamburan menuju kelas mereka masing masing. Kegiatan selanjutnya adalah KBM seperti biasa.

Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa KBM hari ini selesai dan pulang ke rumah masing masing. Biasanya Nisa pulang dijemput oleh pacaranya bernama Rio dengan sepeda motor miliknya, namun hari ini Nisa meminta untuk tidak di jemput dulu karena ia ingin berencana pergi ke mall bersama teman-temannya

Rio adalah pacar Nisa yang sudah cukup lama. Rio memiliki sifat yang berbeda dengan Nisa, ia sangat baik, tidak sombong, pintar dan rajin. Rio tinggal bersama ayahnya seorang pengusaha batu bara, ibu Rio sudah lama meniggalkan Rio sejak kecil. Meskipun anak dari seorang pengusaha batu bara tetapi Rio tidak pernah sombong dan tidak menghambur hamburkan uang orangtuanya ia lebih memilih untuk menabung. Rio juga memiliki sifat yang mandiri dan tidak suka bergantung pada ayahnya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 24, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Strong GirlsStories to obsess over. Discover now