Bagaimana rasanya kehilangan orangtua? Itulah yang dirasakan oleh aku dan kakakku , sangat sulit. Kini kakakku menjadi pahlawan pelindungku dalam suka maupun duka ...
Namaku Chocho, aku memiliki seorang kakak yang bernama Haruto. Bagiku kakakku merupakan pahlawan terakhir yang selalu ada di sampingku, aku dan kakakku merupakan anak yatim piatu. Orangtua kami meninggal sejak aku berumur 2 tahun akibat kecelakaan lalu lintas.
Sejak kejadian itu kakaku selalu ada disampingku dan selalu menjagaku seperti sebuah harta yang sangat berharga bagi hidupnya. Kami berdua tinggal disebuah rumah kecil, yang merupakan peninggaan terakhir dari orangtua kami.
Hidup kami dirumah kecil tampa orangtua sangatlah sulit, seperti sebuah ujian yang dilakukan tanpa persiapan. Di daerah tempat tinggal kami, kami memiliki tetangga-tetangga yang sangat baik, mereka selalu menolong kami saat kami mengalami kesusahan.
Setiap hari, kakakku selalu membuatku merasa bahagia walaupun aku tahu bahwa dirinya sendiri sedang mengalami kesusahan, dia selalu membuatku merasa nyaman walaupun hidup kami sedang sulit. Dia selalu bekerja keras, bahkan dia rela mengorbankan waktu pulang sekolahnya untuk bekerja menjadi seorang pelayan, untuk menafkai hidupku mulai dari biaya sekolah hingga biaya hidup kami sehari-hari.
Setiap kali aku melihat kakakku berangkat kerja, aku seperti merasa bahwa aku yang membuatnya repot selama ini, bahkan suatu hari aku berniat mencari pekerjaan untuk membantunya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu rumah yang terbuka , kakakku pun mulai memasuki ruang tengah, bagiku mungkin saat itu merupakan saat yang tepat untuk membicarakan tentang pekerjaan.
"Kak, boleh ngak Chocho ikut bekerja?" tanyaku agak ragu.
"Kerja...! Kenapa kau tiba-tiba ingin bekerja?" ucapnya dengan ekspresi agak kaget.
"Chocho merasa seperti merepotkanmu saja! Oleh karena itu aku juga ingin bekerja", ucapku dengan jujur.
"Tidak! Pokoknya tidak boleh, kau itu seharusnya rajin belajar biar jadi anak pintar oke", ucapnya agak tegas.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Setelah pembicaraan kami selesai kakakku pun memasuki kamarnya dan beristirahat.