Suara deru ombak dan warna langit yang semakin merah ke jingga jinggan membuat orang disana sangat menikmatinya,apalagi dua sejoli yang sedari tadi bercanda,mengobrol bahkan di selingi dengan tawa. Mereka adalah Valerie dan Kayfan.
Mereka baru menikah 1 tahun yang lalu,dan sekarang mereka sedang menunggu buah hati mereka yang akan lahir 2 bulan lagi. Mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan baik saat bayi nya lahir nanti. Orang yang melihat mereka pasti sangat iri karena kemesraan mereka.
"Hahaha iya dulu kamu sering isengin aku pas disekolah." ucap Valerie mengingat kembali memori saat mereka masih SMP
Mereka sebenarnya bermusuhan saat di SMP,karna keduanya saling mengejek. 5 tahun setelah kelulusan,mereka dipertemukan kembali di saat mereka sedang berada di rumah sakit,saat itu Gisel adik Valere sedang dirawat karena tipes,dan Kayfan sedang menjenguk temannya,tanpa sengaja mereka bertabrakan,dari situlah mereka bertukar nomor telpon dan mulai saling mengirim pesan.
"Kamu yang ngeselin ngeremehin chanel youtube aku,bisa kali tuh aku jadi yutuber" ucap Kayfan tak mau kalah
"Kamu nya aja yang gak jelas,masa ada petir kamu vidioin ada ada aja" ucap Valerie sambil tertawa
"Udaah,ketawa mulu dari tadi gak capek apa. Pulang yuk" kata Kayfan yang mendapat anggukan dari Valerie
Saat di mobil mereka mendengarkan musik dan sesekali ikut bernyanyi bersama. Disaat seperti inilah Valerie jadi mengingat kembali masa SMP mereka,melihat Kayfan bernyanyi tapi tidak dengannya membuat Valerie cemburu,tapi Valerie terlalu egois untuk berbicara pada Kayfan.
Sampailah mereka dirumah. Rumah yang tidak terlalu besar tapi sangat nyaman untuk di tempati. Kayfan yang pandai mendekor rumah,dan Valerie yang pandai mengurus rumah. Ah,sungguh pasangan yang serasi bukan.
"Sini aku keringin rambut kamu" ucap Valerie yang ditangan kanannya sudah ada handuk untuk mengeringkan rambut Kayfan yang tampak basah sehabis mandi
Disaat seperti ini,Kayfan dan Valerie menyempatkan diri untuk saling bercerita. Karena Kayfan adalah seorang tentara,yang selalu bertugas dan jarang berkomunikasi dengan Valerie. Tiba tiba disaat Kayfan bercerita tentang temannya,Valerie menitihkan air mata yang membuat Kayfan terkejut.
"Hei kamu kenapa sayang kok tiba tiba nangis" ucap Kayfan bingung
Dengan air mata yang mulai membahashi pipi,Valerie berkata "Seminggu lagi kamu tugas,dan tugas itu butuh waktu yang lama bahkan mungkin kamu gak bisa nyaksiin anak kamu lahir-"
"Kumohon jangan pergi,aku gak tau kenapa tiba tiba perasaan aku gak enak,aku mau kamu selalu ada disini" ucap Valerie yang menangis sesenggukan.
Karena tidak tega Kayfan menarik tubuh Valerie kedalam dekapannya "Sshhtt kamu gak boleh ngomong gitu,aku bakal baik baik aja sayang,udah jangan nangis" ucap Kayfan menenangkan Valerie yang sesekali mengelus puncak kepala Valerie
"Kamu harus janji sama aku,kamu harus baik baik aja disana" ucap Valerie memelas dan mengulurkan jari kelingking nya
Kayfan yang melihat itu langsung melingkarkan jari kelingkingnya di kelingking Valerie "Aku janji"
Apa karena Valerie sedang hamil jadi ia lebih sensitive? Gumam Kayfan dalam hati
•
Sekarang mereka berada di taman belakang rumah menikmati angin malam yang sejuk ditemani dengan teh hangat,sesekali mereka berbincang membayangkan jika nanti anaknya sudah lahir.
"Nanti kalo anak kita udah lahir aku mau bacain dongeng setiap malam buat dia,nyanyiin dia lagu,nemenin dia main" ucap Kayfan membayangkan
"Anak kita pasti ganteng kayak papanya" sambung Kayfan
"Iya sayang" ucap Valerie "Kayaknya kamu ya yang paling gak sabar dia lahir"
"Iya,pengen gendong dia nyiumin tubuh nya dia yang wangi abis mandi"
"Nevil sayang,cepetan lahir ya papa gak sabar nih mau gendong kamu" ucap Kayfan sambil mengelus perut Valerie,lalu dia beralih ke Valerie
"Sayang selama aku pergi kamu jangan capek capek ya,kalau perlu kamu nginep aja di rumah mama" ucap Kayfan khawatir
"iya sayangku" kata Valerie,lalu Kayfan mengecup kening Valerie lama dan beralih bibir Valerie,bibir inilah yang menjadi candu bagi Kayfan
YOU ARE READING
Conclusion
General Fiction2 bulan aku menunggu kabarmu dengan senang hati,menunggu mu walaupun terkadang rasa rindu menghujani hatiku. Selama 2 tahun itu pula aku merindukanmu,rindu yang teramat dalam hingga tidak dapat terobati dengan apapun lagi. Hingga akhirnya aku tau ap...
