Sejak terbit fajar hingga senja tiba
Ribuan kata terlontar tak terduga
Perempuan-perempuan itu terus bersua
Hingga tak sadar mulut telah berbusa
Di lorong rumah itu mereka bercengkerama
Tentang apa saja yang mereka suka
Dari yang bahagia hingga duka
Melekat, bak saudara tanpa sekat
Kini lorong itu telah sunyi, sepi
Perempuan-perempuan itu satu persatu pergi
Rumah serasa mati
Inginku membeli waktu, lalu kuputar masa itu!
