Namaku Zairan, Zairan Kamaluddin. Saya adalah anak perempuan bukan laki-laki yah😂. Keluargaku adalah keluarga tentara. Kakekku dulu seorang pejuang dan ayahku pun seorang Polisi. Kakakku bernama Kahlan dan juga seorang polisi. Ibuku ya jelas ibu Bhayangkari dan sangat aktif. Walau keluargaku adalah keluarga seperti itu tapi saya tidak mewarisi apa pun dalam hal ketentaraan atau bela negara seperti itu. Saya lebih kenyang dengan pengetahuan sosial dan kemasyarakatan. Belajar budaya, sejarah, dan hal-hal sejenisnya adalah kesukaanku.
Ketika masuk kuliah, saya tidak menyangka ospek yang dilakukan oleh senior-seniorku sangat berbeda jauh dari ospek yang dilakukan oleh senior di sekolahku dulu. Senior masuk dan marah-marah tidak jelas, menghantan meja, memukul kursi dan membanting daun pintu yang tak bersalah itu. Kadang ada rasa jengkel, ada rasa muak dan benci. Namun itu semua musnah ketika saya mengikuti LDKM dan Inaugurasi yang dilakukan oleh senior-seniorku. Rupanya mereka ingin kami jadi anak himpunan mewarisi segala pengetahuan dan pemikiran mereka.
"Radikal juga," pikirku.
"Radikal apa maksudmu?" tanya Fitri padaku.
"Ya radikal, susah mengartikannya padamu,"
"Uh kamu Zairan, bayangkan saja. Kalau kita ikut yang apa itu? LKDM yah dan Inaugurasi pasti kita tidak akan mendapat penyiksaan bertubi-tubi. Tidak akan ada lagi senior yang masuk dan marah-marah tidak jelas dan nilai plus-nya tidak akan ada lagi pemukulan,"
"Memangnya kamu percaya? Itu tergantung, kalau kamu rajin ngumpul-ngumpul dan diskusi seputar apa itu? Kemahasiswaan... dengan senior yah pikiran mereka pasti berubah. Saya beritahukan yah, perempuan seperti kita ini biasanya lebih gampang terpancing contohnya saja, ketika kamu ditembak kamu langsung luluh hati, baper. Hati-hati yah, biasanya itu hanya diucapkan di mulut, masalah berubah itu tergantung sikapmu ke depan pada mereka,"
"Oke ibu dosen Zairan, terus kamu mau ikut atau tidak? Ikut lah, please... Kamu satu-satunya cewek yang pemberani. Hanya kamu lah yang bisa melindungi kami," pinta Fitri.
"Oke, tapi saya harus izin dulu dengan keluargaku,"
"Sungguh?" tanya Nathalia.
"Iya,"
Semua bersorak bergembira.
Saya tahu, pasti sangat sulit untuk meminta izin pada ayah dan ibu apalagi ayah dan ibu tidak mengizinkanku mengikuti organisasi apa pun termasuk kegiatan di kampus karena takut saya akan jadi orang yang menentang keluarga. Jadi sekarang, ceritanya akan saya mulai sekarang (tadi itu permulaan).
YOU ARE READING
Kakakku Tidak Keparat!
General FictionMenceritakan dua anak Jenderal Angkatan Darat yang saling menyayangi yaitu Zairan dan Kahlan. Zairan adalah seorang anak gadis yang pemberani dan sangat cuek. Namun, sikap Zairan yang sangat menentang itu membuat Zairan bermasalah dengan seniornya...
