First time meet

67 2 1
                                        


 Namun Sia akhirnya mengikuti kemauan Axel. Ia menelepon Angel untuk menemaninya ke hutan Edelwis menemui axel, dan Angel bersedia. Sia segera menyiapkan peralatan agennya lengkap dengan senjata. Ia juga mempersiapkan peralatan untuk Angel. Kemudian Sia langsung menuju rumah Angel. Dan setelah Angel masuk ke dalam mobil sport Sia, mereka langsung bergegas menuju hutan Edelwis.

Sesampainya mereka di sana mereka meninggalkan mobil di luar hutan dan bergegas berjalan menuju ke dalam hutan dengan peralatan agen yang lengkap. Di dalam hutan Sia dan Angel bertemu dengan Sam. Tak sesuai dengan dugaan mereka, Sam langsung membungkuk hormat pada mereka dan mengucapkan salam tanpa gerak-gerik mencurigakan. "Selamat pagi Nona Sia dan Nona Angel. Aku tak mengira kalian nekat ke sini. Angel yang disapa seramah itupun tersenyum manis ke arah Sam, berbeda dengan Sia ia hanya tersenyum kecut dan melanjutkan perjalanannya meninggalkan Angel yang masih sibuk membalas sapaaan Sam dengan senyum manisnya. Wajah Sam seketika memerah dan jantugnya berdetak kencang."Ada apa denganku? Mengapa nona Angel manis sekali. Tetapi nona Sia jauh lebih cantik di banding Angel. Pantas saja Bos menyukainya." Ucap Sam dalam hati. Ketika ia merasa Sia sudah cuku jauh dari Angel, sam langsung membius Angel dan membawanya ke suatu tempat. "Al, gadis itu sudah mulai masuk ke tengah hutan sendirian. Rekannya ada di tanganku. Dan aku menjalankan tugas dengan sempurna." Sia tak menyadari bahwa Angel tak berada di sampingnya. Ia terus melanjutkan perjalanan ke tengah hutan, karena Ia ingin misinya cepat selesai dan ia dapat mengistirahatkan diri dan melanjutkan pendidikan S3nya beberapa bulan.

Saat Sia sampai di tengah hutan, Ia sangat terkejut melihat pria tampan bak dewa yunani sedang duduk sendirian dengan senyum mengembang di wajah tampannya. Menyadari pria itu buronannya Sia langsung angkat senjata. " Wow, anda terlalu bersemangat nona. Mari kita mengobrol sebentar. Jangan terburu-buru nona. Kau tenang saja tugasmu kan segera selesai." "Maaf tuan Axel, aku tidak punya waktu untuk mengobrol denganmu sekarang. Lebih baik sekarang kau menyerahkan diri padaku dan aku tidak aka melukaimu." "Aku tak menyangka gadis lugu sepertimu aslinya sangat agresif ya. Hahaha" Axel mengatakannya sambil mengeluarkan senyum andalannya. "Cih, jangan buang waktuku! Apa urusanmu bila aku agresif?" "Wow ternyata kau sangat sombong ya..." Kesabaran Sia telah mencapai batasnya. Sia langsung menyerang Axel dan berusaha menangkap Axel. Namun semua usahanya sia-sia, karena Axel tidak selemah yang ia pikirkan. Ia jauh dari kata hebat. Axel dapat menghindari semua serangan Sia tanpa melukai Sia sedikitpun. Axel tak mau gadisnya terluka karenanya. Tiba-tiba Sia menodongkan pistolnya ke arah kepala Axel. "Cukup main-mainnya Axel! Jika kau tak menyerahkan dirimu sekarang aku akan membiarkan peluru ini menembus kepalamu." "Tidak semudah itu nona Sia. Memangnya Kau sanggup menembakkan peluru itu padaku? "Tentu aku sanggup."jawab Sia penuh emosi. Namun semakin Sia menatap mata elang Axel, ia menyadari mata elang dan senyum evil itu tak asing baginya. Ia mencoba mengingat siapa Axel namun sia-sia, Ia tak mengingat apapun. Tiba-tiba kaki Sia gemetar dan seketika pertahanannya runtuh. Saat ia akan jatuh, Axel dengan siap menangkap tubuh Sia dan membawanya ke dalam pelukannya. Tiba-tiba Sia kehilangan kesadarannya. Axel yang panikpun langsung menggendong Sia menuju mobil pribadinya. "Antarkan aku ke apartemenku sekarng. Jangan lupa panggil dokter Nathan ke apartemenku secepatnya. Katakan pada Nathan apabila Ia tidak datang ke apartemenku dalm waktu 30 menit, aku tak segan untuk membakar kliniknya." "Baik Al." "Frans naikkan kecepatan dan gunakan jalur alternatif" perintah Axeel pada Frans supir pribadinya."Baik tuan"

Setelah sampai dikediamannya Axel langsung menuju kamar tidurnya dan segera membaringkan tubuh mungil Sia ke atas ranjangnya. Dan beberapa detik kemudian Dr. Nathan, dokter pribadi sekaligus sahabat Axel tiba di kamar Axel. "Hey aku kira kau yang sakit. Dan kapan kau tiba di Madrid, Kau tidak mengabariku bodoh. Siapa gadis cantik ini? Baru pertam kali aku melihatmu membawa seorang gadis ke kamarmu." Axel yang dibubuhi banyak pertanyaan merasa kesal "tutup mulutmu dan periksa gadi ini dengan baik! Jika kau berani menyentuhnya berlebihan aku tak segan menembakkan pistol ke mata keranjangmu itu!" Nathan hanya bisa meneguk salivanya dan langsung melakukan perintah Axel, karen Nathan tahu bahwa Axel tidak main-main dengan ucapannya. Semenjak kematian kekasinya Axel menjadi pria kejam berdarah dingin yang tidak main-main dengan apa yang ia ucapkan. Namun Nathan dan sam merasakan perbedaan axel apabila ia berada di dekat Sia, Axel berubah menjadi pria yang lembut seperti dulu tapi sifat jahilnya tak pernah hilang hingga sekarang. Setelah memeriksa Sia, Natah memberikan resep obat pada Sam.

"Nathan, apa gadis itu baik-baik saja?" "Ya, ia baik-baik saja. Ia hanya perlu istirahat. Gdis itu kurang istirahat dan vitamin C. Aku sudah memberi resep obat dan vitamin pada Sam." "Baiklah, terimakasih. Bayaranmu sudah ku transfer ke rekeningmu." "Terimakasih, aku undur diri kalau begitu." " Sama sama. Sampai jumpa lain waktu." Sebenarnya masih banyak hal yang ingin Nathan tanyakan pan Axel. Namun jika Ia bertanya hal itu akan sia-sia. Karna Axel tidak akan menjawab satupun pertanyaan yang ia ajukan mengenai gadis itu. Nathan pun segera meninggalkan kediaman Axel dan melanjutkan pekerjaannya.

Setelah tak sadarkan diri selama 5 jam akhirnya Sia bangun. Sia mulai membuka matanya perlahan. Sia tebangun, namun seketika ia mengangis entah kenapa. Axel yang menyaksikan hak tersebut langsung menari Sia ke dalam dekapannya. " Kau kenapa hm?" "Aku tak apa. Ngomong-ngomong aku ada di mana?" "Apartemenku." " Mengapa kau tak meninggalkanku di hutan saja? Dan dimana Angel?" "Aku menyukaimu. Dan Angel aman bersama Sam. Sepertinya asisten pribadiku menyukai temanmu. kurasa mereka sangat cocok" "Ooouh.Ya sepertinya begitu, dan benar mereka terlihat cocok. Eeh tunggu tadi kau bilang apa?' "Aku menyukaimu."jawab Axel cuek. Wajah Sia memerah, dan Axel malah semakin mengeratkan pelukannya. Axel merasa senang karena Sianya tidak menangis lagi dan malah menahan malu karena perkataannya. Melihat wajah merona Sia, Axel makin gencar mengerjainya. "Hei kau merona. Hahahaa" Axel tertawa geli melihat Sia yang berusaha melepaskan dekapannya. "Hei lepaskan aku, aku mau pulang." "Baiklah. Oh ya sebelum pulang kau bisa ambil obatmu di Sam. Dan urusan kepolisian sudah aku urus. Kau tenang saja, misimu berhasil." "Terimakasih, kau pria yang baik. Ngomong-ngomng berapa biaya obatnya?" "Hei aku ikhlas. Memberimu obat dan vitamin tak akan membuatku bangkrut." "Baiklah, terimakasih banyak Axel. Ngomong-ngomong aku juga seorang pengacara, apabila kau butuh bantuanku, kau bisa menelfonku." "Tentu saja. Nantikan telfonku ya. Pastikan hpmu tetap menyalah. Jadi aku bisa menelfonmu kapan saja" "Hahahaha dasar gombal. Sampai jumpa" Saat kembali ke rumahnya hati Sia berbunga-bunga, Ia tak pernah merasa seperti ini sebelumnnya. Ia sangat bahagia bertemu dengan Axel. Namun ia mengabaikan perasaannya itu. 

                                                                                         Alisia

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

                                                                                         Alisia

                                                                                         Alisia

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

                                                                       Axel come baaaaaack

                                                                       Axel come baaaaaack

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

                                    Pak dokter ganteng #Nathaniel Alvaro Pramudya#

CEO Vs PolwanDonde viven las historias. Descúbrelo ahora