Pagi selalu saja indah, entahlah bagiku pagi selalu istimewa. Pagi berarti satu hari yang menyesakkan kembali terlewati, pagi juga berarti awal perjuangan panjang kembali harus di hadapi.
Nama ku Rangga Aries Devindo, biasanya orang memangilku Rangga. Kecuali satu wanita, wanita yang begitu istimewa untukku, wanita yang kini pergi meninggalkanku. Dia wanita terhebat yang Tuhan kirimkan, tapi mengingatnya kembali menghadirkan butiran kristal disudut mata. Sudahlah, lagi pula tak ada yang indah dari kenangan kepergian ibu. Ibu selalu memanggilku Devi, iya wanita istimewa yang kumaksud adalah ibu.
"Pagi-pagi udah ngelamun aja bro" ziki tiba-tiba muncul di samping dan menyadarkanku tentang lamunan pagi yang menjadi rutinitas tersendiri.
"Apaan sih,enggak ngelamun kok. Cuman lagi nikmati udara pagi aja" jawabku bohong, lalu berlalu ke kamar mandi meninggalkan ziki dengan raut kesalnya.
Ziki adalah teman kost ku, kami sudah kenal sejak masih dibangku junior high school. Dia pria baik dengan sikap cerewet nya yang bikin pengen nyumpel mulutnya pake sendal,tapi dibalik itu dia juga teman yang selalu mengerti detik-detik aku membutuhkan bahu untuk bersandar. Bukankah laki-laki juga manusia, jadi bukan masalah yang besar jika terkadang kami juga butuh tempat berbagi cerita.
~~***~~
Kaki ku mulai memasuki area kampus yang masih sunyi, hari memang masih terlalu pagi untuk berangkat ketempat yang sesekali membosankan ini. Tadi aku sengaja berangkat pagi untuk menghindari ocehan ziki karna semalam pulang terlalu larut tanpa mengabarinya. Lagi pula itu bukan masalah serius, toh aku pulang larut juga karna kerja bukan keluyuran.
Setelah menimang-nimang hendak kemana karena jam kuliah belum masuk, akhirnya pilihanku jatuh ke atap gedung. Tempat itu selalu indah untuk mengembalikan mood bagiku, aku sering kesana sekedar duduk santai sembari menghirup udara segar, melepas penat dan memikirkan takdir yang menggilas dengan kejam.
Setelah tiba di atas gedung aku nikmati hembusan angin pagi yang masih terasa kental, aku selalu suka pagi, entah kenapa tapi bagiku pagi selalu punya arti tersendiri. Kesendirian seperti ini selalu mengingatkanku dengan kenangan pahit masa lalu, emang selalu pahit untuk dikenang tapi sulit untuk dilupakan.
~~***~~
Ruang belajar yang awalnya riuh kini lenyap, seiring dengan derap langkah dosen memasuki kelas. Anak-anak yang awalnya berkumpul sekarang kembali ke tempat duduknya masing-masing. Ibu Nofrika adalah dosen yang terkenal friendly meski tetap tegas dalam hal pelajaran.
"Selamat pagi semua, hari ini kita kedatangan mahasiswi pindahan dari universitas Adikarya. Namanya Mira Cleady Astri, kalian bisa panggil Mira atau apa saja yang penting sopan. Ada yang ingin di tanyakan? "
Semua serempak menjawab "Tidak bu", yah memang begitulah dunia kampus ini, tidak ada yang begitu perduli satu sama lain kecuali teman dekat.
"Baiklah Mira kamu boleh duduk. Kita lanjutkan materi minggu lalu, silahkan buka buku panduan kalian"
Mahasiswa segera membuka buku nya, dan pelajaran pun dilanjutkan. Tidak ada yang menarik dari dunia kampus, malah semakin menyesakkan ketika bayangan tugas bertumpuk dengan deadline yang mendesak. Sungguh aku ingin segera wisuda saja rasanya.
Pendek dulu y,buat perkenalan aja. Kalau suka nanti aku lanjut😊😊
See you next time readers
YOU ARE READING
Sinar Dibalik Gelap
Science FictionTiada hidup tanpa perih,mengapa?karna memang sudah begitu alurnya. Dia lelaki yang baru berusia 18 tahun sudah harus dihadangkan dengan berbagai konflik dihidupnya, tapi dia adalah lelaki tangguh yang takkan mungkin bisa jatuh dengan mudah. Akankah...
