Prolog

3.3K 118 1
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.



Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.




****

Tiada kuasa yang lebih kudamba daripada memperbudak waktu. Melewatkannya saat duka, menghentikannya kala bahagia.

🍃 Azhar Nurun Ala

****


Prolog

****

Suasana tempat ini begitu hening, hanya terdengar suara deru kendaraan yang lewat.

Pengunjung cafe, terlihat menikmati makanan yang sudah mereka pesan, sesekali berbincang untuk memecah keheningan.

Di pojok cafe, dekat dengan jendela besar. Terlihat seorang gadis dengan rambut tergerai dan poni yang hampir menutupi sebagian dahinya, tampak gelisah. Gerakan tubuhnya, tidak tenang. Sesekali gadis itu melirik arloji di pergelangan tangannya, setelah itu matanya mengarah pada jalanan yang cukup padat oleh kendaraan.

Ia mendongak, menatap langit yang dihiasi awan hitam. Sepertinya sebentar lagi hujan akan turun, mengingat beberapa hari yang lalu, bulan sudah memasuki musim penghujan.

Tentang Waktu • ON GOINGStories to obsess over. Discover now