Tak ada yang benar-benar tahu isi hati manusia. Apa yang selalu ditampilkan melalui ekspresi dan ucapan belum tentu sesuai dengan isi hati. Itulah yang terjadi padaku saat ini. Aku tersenyum setelah mengucapkan semangat pada sosok laki-laki berperawakan tinggi 170an dengan rambut gondrong terikat rapi yang kini sibuk mempersiapkan pernyataan cinta untuk gadis yang dia sukai.
Aku bodoh, iya memang. Tingkah macam apa yang kulakukan ini. Ketika dengan jelas aku menyukai laki-laki yang sejak SMA telah bersahabat denganku hingga ia menjelma menjadi mahasiswa tingkat 3, namun perasaan sukaku tak pernah tersampaikan ke dia sampai saat ini. Bodoh dan hebat menjadi paduan yang serasi dalam hidupku. Bodoh karena terus memendamnya sendirian, hebat karena sampai saat ini tak ketahuan. Entah harus kubanggakan atau sebagai sebuah penyesalan.
-0-
"Jadi lo beneran mau nyatain perasaan suka lo Gam?" aku bertanya pada Ragam yang sibuk memasukkan bingkisan coklat ke dalam paperbag.
"Yoi, mumpung gue ada budget buat beli bunga yee kan. Ntar kalo gue tunda malah keburu disabot orang lain. Nyesel lah gue." Ragam menaik turunkan alisnya sambil menghadap ku.
"Yaelah nembak aja nunggu ada modal buat beli kembang, Gam. Abis nembak trus lo ditolak, gak balik modal tuh kembang. Lo mau makan kembang buat seminggu? Hahahaha" aku tertawa meledek Ragam yang menunjukan ekpresi kesal.
"Mulut lo lemes amat Ra. Ucapan tuh doa njir. Ntar kalo sampe gue ditolak lo yang harus nanggung makan gue sampe seminggu!"
"Aamiin, bakal gue biarin lo puasa seminggu. Itung-itung diet Gam."
"Anjir Ra, ngeselin lo."
"Hahaha" aku tertawa sambil berlalu meninggalkan Ragam sebelum dia makin kesal karena ucapanku.
'Andai kamu tau Gam, ucapan ku benarlah sebuah doa. Agar aku masih bisa menyelamatkan hatiku untuk tetap bisa berteman baik dengan harap hatimu.'
~Dari Anara untuk Ragam yang tak pernah terungkapkan
YOU ARE READING
Simpangan Rasa
Short StoryKesalahan jenis 1 atau disebut alpha adalah menolak H0 padahal H0 benar kesalahan jenis 2 atau disebut Beta adalah menerima H0 padahal H0 salah lalu jenis kesalahan apa yang dilakukan Anara, ketika dengan jelas dia menyukai Ragam namun rasa itu tak...
