Pikiran manusia adalah suatu hal yang paling mengerikan. Aku mengatakan ini bukan tanpa alasan. Aku sudah bekerja sebagai seorang psikolog selama bertahun-tahun, dan aku sudah menghadapi berbagai macam orang.
Dari yang mengalami stress hingga pasien dengan halusinasi yang tinggi. Aku membantu mereka melewati masa-masa sulit, hingga akhirnya dapat menjalani kehidupan dengan normal. Selama itu pula aku mempelajari pikiran manusia dan mengambil kesimpulan tersebut.
Coba kalian bayangkan, bagaimana bisa seorang anak kecil berusia sepuluh tahun bisa merencanakan pembunuh untuk keluarganya? Atau seorang gadis kecil yang selalu tersenyum ramah pada semua orang, tapi diam-diam telah mempersiapkan kematiannya.
Masih banyak kasus unik yang kutemukan selama melakukan pekerjaan ini. Aku membuka usaha di kediamanku. Sebagai seorang psikolog muda yang mempunyai rumah yang luas, aku mencoba mengambil peruntungan dari hal itu.
Usiaku sebentar lagi akan memasuki kepala tiga, tapi aku masih melajang. Untuk apa menjalin hubungan dengan wanita, sedangkan aku bisa menemukan banyak hal yang menarik dari para pasien. Meskipun aku sangat menyukai pekerjaan ini, aku tetap menyempatkan diri untuk mengistirahatkan otak.
"Jadi begitulah caraku menangani pasien itu."
Aku dan beberapa pria yang berkumpul di tempat itu mengangguk mendengar cerita Roger. Beginilah caraku menghabiskan liburan musim panas, dengan berkumpul bersama dengan teman-temanku. Kami berempat sudah bersahabat sejak kuliah dan terus bersama hingga sekarang.
Setiap liburan musim panas, kami akan menyempatkan diri untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Tahun ini kami memutuskan untuk berkemah di hutan Ravenwood. Setelah mendaki selama beberapa jam, kami memutuskan untuk berkemah di salah satu tanah lapang di tengah hutan.
Setelah mendirikan tenda dan menyantap makan malam, kami duduk mengelilingi api unggun dan mulai menceritakan pengalaman saat menangani pasien. Di dunia yang semakin tua ini, beban hidup semakin banyak dan menyebabnya sebagian besar orang di kota ini mengalami stress.
Hal itu mengakibatkan perubahan perilaku yang beragam. Kami senang menceritakan hal-hal unik yang ditemukan dalam pekerjaan. Menurut kami, hal itu setara dengan cerita horor yang sering diceritakan oleh orang-orang di depan api unggun.
Malam ini bulan terlihat penuh dan besar, sinarnya membuat pohon-pohon di hutan terlihat jelas. Pemandangan seperti ini hanya akan terjadi pada malam pertengahan musim panas yang panjang. Beruntung sekali kami dapat menikmati malam yang indah seperti ini.
Angin bertiup pelan menerbangkan beberapa dedaunan kering. Aku merapatkan jaket, udara malam cukup dingin meski aku sudah duduk di depan api unggun dan memakai jaket tebal. Kini aku dan kedua temanku baru selesai mendengar cerita Roger.
Sejauh ini sudah dua cerita yang kami dengar, pertama dari George yang merupakan pemimpin dari kelompok kami. Usianya juga paling tua di antara kami yaitu tiga puluh tiga tahun. Dia bekerja sebagai seorang psikiater di kota. Kantornya berada di lantai dua sebuah bangunan modern yang terletak di pusat kota. Lokasi yang strategis untuk membuka kantor..
Kedua dari Roger, usianya hanya terpaut satu tahun dengan George. Dia bekerja sebagai salah satu dokter jiwa di rumah sakit jiwa St. Djohanes. Lalu tersisa aku dan Gerard sebagai dua orang yang umurnya paling kecil di kelompok ini. Usiaku dan Gerard hanya berjarak dua bulan dengan dia yang lebih tua dariku.
Kami terdiam, menatap ke arah api unggun yang masih menyala, membantu kami mengusir rasa dingin di malam pertengahan musim panas. Aku masih mencerna apa yang baru saja diceritakan Roger. Aku bukanlah orang yang mudah takut pada hantu dan cerita seram, tapi cerita mengenai tingkah aneh yang dilakukan manusia selalu bisa membuatku ketakutan.
YOU ARE READING
The Piece of Fear
Mystery / ThrillerYelena Milanove, anak dari keluarga bangsawan Milanove. Sudah lima tahun gadis itu dirawat di rumah sakit jiwa St. Djohanes. Yelena didiagnosa mengalami hilang ingatan sebagian karena menyaksikan keluarganya dibunuh oleh kakak tirinya, Erik Milanove...
