Matahari sudah terbit dan burung burung sudah berkicau tapi seorang gadis masih setia di ranjang empuknya . Matanya enggan untuk terbuka bahkan karna terlalu lelap saat tidur sang dongsaeng memanggil nya sebagai putri tidur .
"Nonna!!!" Teriak dongsaeng bergigi kelinci itu, menggedor bahkan hampir mendobrak pintu sang Nonna nya .
"Eomma, dia tak mau bangun" mendengar itu gadis itu langsung membuka matanya dan mengucek mata pelan .
"Aku bangun.. sudah pergilah " teriaknya malas dan Jungkook dongsaeng itu hanya menghela nafas lalu pergi ke ruang makan .
"Argg!! kenapa di hari Minggu juga harus bangun pagi" gumam gadis itu lalu berjalan malas ke kamar mandi, menggosok gigi dan membasuh wajahnya .
"Nonna cepat lah aku lapar" gadis itu hanya berdecak sebal saat mendengar teriakan dongsaeng nya itu .
Dengan cepat dia berjalan menuruni tangga dan sampai di meja makan dengan Jungkook yang sudah duduk manis menantikan sarapannya.
"Appa kemana?" Mendengar itu Jungkook hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu .
"Eomma, aku ingin bubur ayam" rajuk Jungkook sambil mengerucutkan bibirnya . Gemas, hanya saja bagi sang Nonna itu sangat menyebalkan .
"(Namakamu) bisa tolong belikan adik mu itu bubur ayam?" Gadis yang bernama (Namakamu) itu hanya mengumpat kesal di tambah wajah mengejek dari sang dongsaeng membuatnya semakin murka .
"Aku masih mengantuk eomma biarkan dia yang pergi kenapa harus aku" keluh nya sambil bertopang dagu.
"Ahh kau sudah berani membantah Eomma?" Dengan kesal gadis itu berdiri lalu pergi untuk membeli permintaan sang adik .
"Kenapa juga harus aku yang bersusah payah .. dasarr kukie bisanya membuat orang susah saja" gerutu nya sambil terus berjalan menyusuri trotoar .
"Mengantri" decaknya sebal .
"Aku lupa membawa handphone .. argggh anak itu awas saja jika aku pulang" (Namakamu) menghentak hentakan kaki ke jalanan .
"Pak aku ingin dua bubur ayam yang satu jangan menggunakan sambal dan kacang" (Namakamu) menengok pada asal suara. Seorang pria tampan dengan seorang anak lucu di sampingnya .
"Pak aku ingin tiga bubur ayam" pesan (Namakamu) segera setelah meneliti orang di sebelahnya membuat orang itu mengerutkan kening .
"Appa Nonna ini sangat cantik" anak itu berbicara sambil menunjuk (Namakamu) membuat (Namakamu) malu sekaligus risih .
"Syutt jangan seperti itu Jiminie .. " tugur sang Appa sambil menggendong anaknya .
"Ini pesanannya" tukang bubur itu menyerahkan satu keresek bubur ayam pada (Namakamu) dan satu keresek lagi pada Taehyung . Ayah dengan anak tadi .
"Oh astaga .. Dompet ku ketinggalan" (Namakamu) merogoh saku celana berserta bajunya untuk memastikan bahwa ia belum meminta uang pada sang Eomma karna saking kesalnya .
"Bagaimana sih kalo tidak punya uang jangan membeli" Ucapan tukang bubur itu membuat (Namakamu) murka dan menggebrak meja dengan kasar membuat Jimin menyembunyikan wajahnya ke cekung leher Taehyung karna takut .
"Jaga mulut mu, sudah ku bilang uang ku tertinggal!" Teriaknya membuat semua Pasang mata tertuju pada (Namakamu) .
"Sudah sudah .. biar aku saja yang membayar" lerai Taehyung sambil dengan susah payah merogoh dompet dari saku celananya .
"Tidak usah aku tidak jadi membelinya" (Namakamu) berjalan meninggalkan kedai bubur ayam itu .
____
YOU ARE READING
HOT DADDY (KTH)
FanfictionGimana rasanya kalo kalian di paksa nikah sama om om duda anak satu. walaupun om om itu ganteng tapi duda anak satu_- -KimTaehyung sebagai Kim Taehyung -Diri kalian sebagai Jeon (Namakamu) -Min Yonggi sebagai Min Yonggi
