S

18 1 0
                                        

Semua orang mungkin kini tahu, jika Pratama Aditya itu penyuka strawberry.

Ayolah, bahkan anak yang suka berdiam diri di antara tumpukan buku itupun tahu. Jika seorang Tama adalah penyuka strawberry.

Bahkan sudah hampir 30 menit lamanya, Ragil serta Satya memanggil cowo itu dengan sebutan strawberry boy, dan tak henti pula Tama menyuruh keduanya diam.

"Gila si Tama demen strawberry juga" seru satya sambil tertawa terbahak sesaat setelah menyadari jika bau harum strawberry itu berasal dari rambut temannya.

"Bacot anjir lu sat" sahut Tama sembari memutar bola matanya.

Ragil sih hanya tertawa saja saat melihat kedua temanny itu bertengkar.

Mereka bertiga padahal tengah berada dikantin, padahal kbm masih berjalan. Nggak usah ditanya lagi siapa yang ngusulin buat bolos dikantin, yang pasti jawabanya satya.

Agak sedikit bodoh memang mereka bertiga ini, udah tau kbm masih berjalan, dan pak ghani -guru bk- suka keliling mendadak, tapi tetep aja bolosnya di kantin kantin juga.

Kalo kata satya mah, 'kalo bukan kita yang bandel, itu guru tersilau sesekolah makan apaan? Gajih buta?'

Dan bodohnya lagi, Tama dan Ragil hanya mengangguk setuju dengan perkataan Satya kala itu.

Sungguh memang tiga sekawan ini.

"Ry, udah tau beritanya Tama belum?" Gadis yang berkuncir kuda itu sibuk berceloteh ria dengan tanganya yang masih terus menyalin jawaban dari teman sebangkunya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ry, udah tau beritanya Tama belum?" Gadis yang berkuncir kuda itu sibuk berceloteh ria dengan tanganya yang masih terus menyalin jawaban dari teman sebangkunya.

Sedangkan temannya yang di panggil Ry tadi hanya mendengarkan celotehannya.

"Tama anak kelas sebelah?" Tanyanya dengan guratan di dahinya.

"Ck, ituloh si Pratama" jawab si gadis berkuncir kuda tadi. "Beritanya nih ya, dia pake sampo strawberry" lanjutnya sambil terus menyalin
jawaban.

Putry, gadis yang dipamggil Ry tadi hanya terkekeh. "Itu mah gue udah tau kali,Na" katanya sambil terus tertawa pelan.

Nana-gadis berkuncir kuda- hanya cemberut saat tahu, jika dirinya ketinggalan berita. "Ko lu udah tau sih? Bukannya beritanya baru nyebar hari ini?" Sederet pertanyaan itu muncul seketika, saat gadis itu sadar jika berita itu baru booming hari ini.

"Lah, kan gue ama dia awal awal sempet jadi chairmate" ujarnya santai. Jelas dirinya tahu, ya gimana ga tau, orang dulu si pratama itu duduk nya bareng dia.

"Pantesan anjir, lu dulu demen diem ditetep duduk lu" seru nana sambil tertawa, "karena dia bau strawberry toh" dan suara tawa nana makin nyaring kala melihat semburat merah dipipi temannya itu.

Plak

"Sakit Ry" rintih nana sambil ngusap bagian lengannya yang kena pukul Putry.

Sedangkan pelaku pemukulan hanya mencibir kesal. "Udahlah ga usah di inget lagi" sahutnya sambil kembali membaca novel yang tengah dipenggangnya.

"Tapi ya Ry, kenapa lu pindah?"tanya nana, jujur aja nih ya, dia juga penasaran sama alasan Putry yang tiba tiba pindah tempat duduk. "Bukannya lu suka wewangian strawberry?" Lanjut nana yang kini sudah menatap Putry.

Tapi ya, emang dasarnya Putry ini demen bikin orang kepo. Jadi dia lebih milih diem aja, dan ga ngejawab sama sekali pertanyan nana tadi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 07, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Strawberry BoyWhere stories live. Discover now