"Senja!" Seru salah satu gadis kepada temannya yang sedang berdiam diri didalam kelas dengan buku tebalnya.
"Ya?" Seru gadis itu sambil melepaskan kacamatanya,tak lupa dengan senyum yang terukir dibibirnya.
"Tadi ada yang nanyain" Jawabnya semangat sambil menampilkan cengiran konyolnya.
"Siapa?" Tanya Senja penasaran, sambil memicingkan matanya heran.
"Itu loh anak laki-laki kelas 11C yang ganteng itu loh, yang cool buangeet" Serunya heboh.
"Siapa?" Tanya Senja.
"Masa ngga tau sih? Itu loh yang tinggi, yang masuk jadi anak karate sama basket di sekolah kita" Jelasnya semakin heboh.
"Siapa sih?"
"Alaska al-hijjan harahap ihhh Senja" Kesal gadis berambut sebahu itu.
"Ohhh" Jawab Senja acuh tak acuh dengan seruan teman dekatnya itu.
"Just oh? You say just "ohh" Senja? Really?" Tanyanya heran dengan sikap teman seperjuangannya itu, bagaimana tidak. Saat kamu dicari oleh seorang most wanted angkatanmu sendiri kamu cuman bilang oh? Really? Are you kidding me?.
"Ya terus harus aku jawab apa Sin?" Tanya Senja pada Sinta, yang sedari tadi terus heboh karena dirinya dicari oleh salah satu murid terkenal di sekolahannya.
Senja kembali memakai kacamatanya dan kembali membaca buku tebal yang belum selesai dia baca karena kedatangan teman dekatnya itu.
Brukk
"Masa cuman oh sih Senja?" Tanya Sinta saat sudah mengagetkan Senja dengan menggebrak meja tepat didepan Senja.
Gadis itu hanya menaikan sebelah alisnya, ya dia Senja oh lebih tepatnya Senja Feylina Fatrisiya.
"Ya terus Senja harus jawab apa Sinta sayang?" Jawabnya jengah sambil menutup kembali buku tebal itu.
"Apa kek, heboh kek atau apa gitu. Paan ini mah cuman oh doang kek ditanyain sama tukang kebun aja sih" Kesal Sinta sambil menghentakan kakinya kesal.
"Paan sih Sinta ribut banget, cuman ditanyain doang ama temen seangkatan apa specialnya?" Tanya Senja seraya mengeluarkan heandphonnya dari dalam saku seragam putih abu-abunya.
"Itu most wanted loh Sen masa ngga bangga sih?" Tanya Sinta Cemberut.
"Ngga ada yang perlu dibanggain Sinta, biasa aja napa" Jawab Senja masih dengan mata yang fokus pada benda pipih ditangannya.
Tring
Suara notifikasi dari benda pipih milik Senja bebunyi lumayan nyaring karena memang dikelas sedang sepi, maklum murid-murid SMA Triksakti Itu sedang mejeng semua di syurganya para murid ketika istirahat. Apalagi kalau bukan kantin sekolah, khususnya bagi para murid perempuan karena kebetulan kantin itu tidak jauh dari tempat latihan basket.
Senja menyirit heran dengan pesan yang masuk kedalam kolom chatt-nya itu. Apa dia tidak salah lihat?
Sinta yang berada didepan Senja sama anehnya melihat sahabatnya seperti itu, karena rasa kepo yang sudah ada di ujung tanduk Sinta merebut benda pipih itu dari tangan Senja.
+628821*******
"Sb Alaska XIC"
"Anjay anjay anjay anjaaayyyy" Teriak Sinta heboh sendiri.
"Mmmphhh... Lepas Senja ishhh elah maen bekep aja" Kesal Senja sambil mengerucutkan bibirnya karena Senja main bekap mulutnya, bagaimana tidak dibekap teriakan Sinta kaya pakai Toa masjid.
"Jan berisik makanya" Ujan Senja acuh tak acuh, Senja saja yang menerima pesannya biasa saja kenapa Sinta yang heboh?.
****
Ini cerita baru ya, sebenernya uda lama pengen tulis cerita ini karena emang udah kefikiran lama.
But yeah,waktu itu mikir lagi kalo cerita sebelumnya gimn. Akhirnya cerita yang sebelumnya mau di hapus sorry ya yang udah baca tapi ceritanya ngga selesai.
So thank's juga buat yang udah bacaa🙏❤❤❤
YOU ARE READING
Senja di tengah-tengah Alaska
Teen Fictionmereka bertolak belakang sang gadis sehangat Senja dan sang lelaki sedingin Alaska
