Ibra Muller,
Aku melihatmu disebuah tempat yang mungkin nanti akan selalu jadi tempat dimana aku selalu menantikan kehadiranmu,entahlah aku tak tau mengapa aku selalu menanti kehadiranmu disini,apa mungkin aku mencintaimu?entahlah aneh memang jatuh Cinta kepada orang yang baru saja aku tau,memang sangat tidak masuk akal secepat itu aku jatuh Cinta tetapi aku tidak bisa memprediksi kepada siapa hatiku memilih,ya walau terkadang hatiku salah memilih namun aku bisa apa ingin membuang perasaanku rasanya tidak mungkin,memperjuangkanmu memang sangat sulit tetapi melupakanmu pastinya lebih sulit daripada apa yang aku bayangkan.
Aku selalu melihatmu,berusaha diam agar kamu tidak pernah tau perasaanku namun benar bahwa serapat apapun aku mencoba menutupi rasaku ini,mereka perlahan pastinya akan tau tentang perasaanku ini,lelah sebenarnya selalu berjuang dalam kebingungan yang entah kapan jadi sebuah kejelasan ,sebenarnya aku yang labil atau memang kamu yang tidak peka sih?terkadang aku berpikir untuk berhenti dari Cinta yang melelahkan ini namun nyatanya tidak bisa,mengapa?sebab hati sudah terlalu jauh menelisik masuk dan jatuh kedalam hati yang lain.
Aku berjuang bukan hanya karena ingin mendapatkan balasan,aku berjuang karena aku Cinta,Cinta yang tidak pernah bisa aku rasakan kepada seseorang selain kamu,aku terkadang curhat bersama dinginnya malam bahwa aku sangat merindukanmu,rindu yang terkadang hampir membunuhku, rindu yang menerjang masuk kepikiranku yang ingin memelukmu,cepat peka ya aku disini tersiksa karena selalu merindukanmu.
Love,
Ratu Balqis
KAMU SEDANG MEMBACA
Unstable
Teen FictionAku wanita yang selalu mencintaimu dalam diamku, maaf aku memang bukan perempuan yang istimewa wajar jika aku sangat tidak pantas untuk memilikimu, tersiksa sebenarnya menyayangi sendiri tanpa tau perasaanmu padaku, sebenarnya aku tak mengharapkan b...
