PROLOG

5 0 0
                                        

Dia juga ada di sana, menyaksikan Dirinya dibalut kain kafan, dimasukan liang lahan dan ditimbun tanah membentuk gundukan.

Berkali-kali ia mencoba berteriak namun nihil, suaranya seolah tersangkut di tenggorokan,tak mampu keluar,Ini salah!

Ia semakin kalap kala sorot matanya tak luput dari pemandangan yang sungguh menyesakkan.  Seorang gadis menangis,meraung-raung pilu memanggil namanya sembari memeluk gundukan tanah berhias batu nisan, ia menyimpulkan kalau....

Ia tengah menonton "Film kematian dirinya"

Habis sudah!

Dia tersenyum tipis disela langkah mendekati gadis itu, untuk yang terahir kalinya memberi salam perpisahan yang menghilangkan rasa bersalahnya. Ah ia menyesal  belum sempat mengutarakan perasaannya tapi, ah sudahlah.

Semakin dekat semakin berat beban rasa sakit.

Nyaris mencapainya, sebelum sebuah sinar cahaya biru yang menyilaukan bertubruk matanya dibaluri anah panah yang melesat, meluncur kearahnya...

*Jleb

Dia tercenung, kemudian menundukan pandang ke tubuh transparannya, mengabaikan sesi pemakaman yang telah usai dan keramain yang semakin menyusut... Anak Panah?

Ia terduduk lesu,sudah jatuh tertimpa tangga pula!

Ia menyeringai, takdirnya ternyata berbelok arah.

TBC

Halo hay😂 iseng-iseng bikin cerita:)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 30, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SAGITARIUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang