Dia juga ada di sana, menyaksikan Dirinya dibalut kain kafan, dimasukan liang lahan dan ditimbun tanah membentuk gundukan.
Berkali-kali ia mencoba berteriak namun nihil, suaranya seolah tersangkut di tenggorokan,tak mampu keluar,Ini salah!
Ia semakin kalap kala sorot matanya tak luput dari pemandangan yang sungguh menyesakkan. Seorang gadis menangis,meraung-raung pilu memanggil namanya sembari memeluk gundukan tanah berhias batu nisan, ia menyimpulkan kalau....
Ia tengah menonton "Film kematian dirinya"
Habis sudah!
Dia tersenyum tipis disela langkah mendekati gadis itu, untuk yang terahir kalinya memberi salam perpisahan yang menghilangkan rasa bersalahnya. Ah ia menyesal belum sempat mengutarakan perasaannya tapi, ah sudahlah.
Semakin dekat semakin berat beban rasa sakit.
Nyaris mencapainya, sebelum sebuah sinar cahaya biru yang menyilaukan bertubruk matanya dibaluri anah panah yang melesat, meluncur kearahnya...
*Jleb
Dia tercenung, kemudian menundukan pandang ke tubuh transparannya, mengabaikan sesi pemakaman yang telah usai dan keramain yang semakin menyusut... Anak Panah?
Ia terduduk lesu,sudah jatuh tertimpa tangga pula!
Ia menyeringai, takdirnya ternyata berbelok arah.
TBC
Halo hay😂 iseng-iseng bikin cerita:)
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGITARIUS
Fanfiction"Anak panah ini,adalah bukti keterikatan kita." "Jadi, kesimpulannya kita tidak bisa hidup tanpa satu sama lain." sambungnya, membuatku semakin melongo, juga mendorong ku untuk segera menjauh namun.... Kepo ya?:V mampir gaes😂
