Suasana pagi ini tidak seramai biasanya, pagi ini kelas masih tampak sepi padahal waktu sudah menunjukkan pukul 07.35 dan 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi.
Tidak biasanya anak-anak SEPATU (Sebelas IPA 1), datang mepet dengan bel masuk. Tetapi hari ini baru berisi 6 manusia dan beberapa tas yang ditinggal sang empu keluar kelas.
"Ini tumben amat belum ada setengah anak yang dateng, ini juga tas nya udah ada tapi yang punya wujudnya ga di sini" ucap Marven sang ketua kelas.
"Mara sakit dodol minggir!"
Marven menoleh ke belakangnya saat salah satu gadis melemparkan omelan pada temannya yang berdiri di hadapan gadis-gadis yang berjalan ke arah seseorang.
Brak!!!
Kiraya menggebrak meja di hadapan Arsen. "Jelasin! Lo ngelakuin apa?!" teriak Kiraya tak sabaran. Arsen hanya termangu, membisu. Bingung.
"Heh! Lo denger gue gak sih?!" lanjut Kiraya penuh emosi.
"Dudududududu. Hey! What's up bro!" sapa Langit yang datang dengan wajah ceria.
"Oh? Hey. Apa yang terjadi dengan saudara Arsen, bung? Pagi-pagi udah dikerubungi cewek-cewek cakep nih? Lo kasih apa Sen?" ucap Langit panjang lebar.
Menyadari bahwa tak ada yang merespon ucapannya dan hanya mendapat tatapan tajam dari sahabat-sahabat Almara, Langit menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Kalo gue jadi Mara, udah gue tonjokkin muka sok ganteng lo itu!" sambung Reeya gemas.
Langit menoleh ke arah Reeya, salah satu teman Almara yang sedang melabrak Arsen, teman Langit. Sebelumnya Langit tidak pernah mendengar bahkan melihat Reeya berteriak seperti itu, namun kali ini perempuan berambut sepinggang itu mampu membuat Langit terkejut.
"Wohoooo! Tenang mba-mba semua. Ada apa ini sebenarnya, jelaskan pada Langit Pranada coba!" ucap Langit seolah ingin menengahi pihak teman-teman Almara dan Arsen.
"Basi lo!" sahut Laven dingin lalu mengajak ke-5 temannya menuju kantin untuk sarapan.
"Lah ga jelas" ucap Langit menaikkan sebelah alisnya lalu duduk di hadapan Arsen.
"Ada apa sih?"
Langit tidak mendapat jawaban yang diinginkan, ia hanya mendapatkan gendikkan baru dari sahabatnya itu. Arsen pun meninggalkan Langit.
"Lah lah gue ditinggal, dasar kutu semut! Woy!"
🌵🌵🌵
Seorang gadis sedang bersiap siap untuk pulang, selesai latihan dengan tim musiknya dan kebetulan hari ini ia kebagian piket ruangan dan bertugas untuk mengunci pintu.
'Klek'
Setelah pintu terkunci....
"Boo!"
"Baj— Langit dodol! Lo ngapain sih ah ngagetin gue. Lo ngapain disini?!"
Langit tertawa setelah berhasil mengejutkan Reeya. Saat Reeya hendak berbalik menuju parkiran dengan jahil Langit mengejutkannya.
"Huhh... gak apa-apa, cuma mau tanya sesuatu"
"Tanya sesuatu gak usah pakai ngagetin kali, kalau gue jantungan gimana" sentak Reeya tiada henti.
"Sorry, sorry. Oh iya, tadi pagi lo sama temen-temen lo ngapain sih ngomel-ngomel gitu?"
"Tanya sono sama sahabat lo!"
"Re serius"
"Udah sana ah lo, gue buru-buru" ucap Reeya sambil mencoba menyingkirkan Langit yang menghadangnya.
"Makanya jawab dulu yang bener, gue tau Lo buru-buru"
"Mara sakit, puas lo!"
"Nah gitu dong, dari tadi kenapa sih"
"Minggir minggir" pinta Reeya berjalan meninggalkan Langit.
"Re!"
"Jadian yuk" belum sempat Reeya membalas panggilan Langit dirinya sudah dikejutkan dengan ucapan Langit.
Langit menghampiri Reeya yang berada tiga langkah di depannya. "Jangan anggap ini dagelan Re, gue serius" ucapnya menatap mata cantik Reeya yang juga mentapnya.
Belum sempat keduanya kembali membuka suara, bunyi nada dering ponsel Reeya memecah keheningan diantara mereka.
"Sorry gue udah ditunggu"
Langit mengangguk sesaat setelah Reeya pergi. Dulu rumor bahwa Reeya menyukainya adalah hal yang tidak dipercayainya, namun entah mengapa setelah melihat satu titik di mata Reeya semua seperti berubah begitu saja.
Satu langkah telah ku tapaki.
Biarkan aku menapaki yang lainnya.
Takkan kubiarkan awan kelabu menyelimuti nya.
To Be Continou....
YOU ARE READING
Biru Sendu [Discontinued]
Teen FictionSide story of Reeya Dan Langit. Disaat cinta hanya untuk menghapuskan kelabu. Pemuda yang memberi kasih kepada pasangannya hanya untuk menghapuskan kelabu dihati pasangannya tanpa cinta yang sesungguhnya.
![Biru Sendu [Discontinued]](https://img.wattpad.com/cover/201396231-64-k574902.jpg)