Part 2

1.4K 63 1
                                        

Tidak lama kemudian singkong rebus tersebut matang. Gibran dan Melati pun langsung berkata...

" Vini, Vidi, Vici, masakannya udah siap nih. "

" Iya abi, iya umi. "

Ketiga anak-anak Gibran dan Melati duduk di atas lantai menikmati singkong rebus. Gibran sangat sedih sekali melihatnya dan berkata...

" Enak nak singkong rebus buatan umi? "

" Enak bi. "

" Mas, mas makan juga ya? Mas Ibra pasti laper juga kan? Makan bubur nasi kan cepat kenyang dan cepat laper. Lagi pula tadi bubur nasinya cuma sedikit. "

" Iya sayang, kamu makan juga ya? Kamu juga pasti laper. "

" Iya mas. Maaf ya mas, Mel cuma bisa masak singkong rebus... "

" Nggak apa-apa kok sayang. Yang seharusnya minta maaf sama kamu dan anak-anak itu adalah mas. Sekarang mas nggak bisa bekerja secara optimal dan menghasilkan banyak uang seperti dulu. Maafin semua kekurangan mas ya sayang? "

" Iya mas. "

" Maaf ya nak, abi dan umi nggak bisa memberikan kalian bertiga makanan yang jauh lebih enak dari singkong rebus ini. "

Ucap Gibran sambil membelai-belai rambut ketiga anak-anaknya. Tiba-tiba Melati menyodorkan singkong rebus ke depan mulut Gibran dan berkata...

" Aa..."

Gibran tersenyum melihatnya dan langsung makan singkong rebus yang disuapi oleh Melati. Gibran pun juga menyuapi Melati singkong rebus. Gibran dan Melati pun menyuapi ketiga anak-anak mereka dengan singkong rebus. Tidak lama kemudian mereka berlima gosok gigi kembali dan tidur.
________________

Pagi harinya...

Melati sedang sibuk memandikan ketiga anak-anaknya. Setelah ketiga anak-anak Melati dan Gibran selesai mandi, Gibran langsung memakaikan Vidi pakaian. Gibran pun juga memakaikan Vini dan Vici pakaian dan hijab. Sedangkan Melati langsung memasak sarapan, makan siang dan makan malam. Selesai memakaikan pakaian ketiga anak-anaknya, Gibran dan kursi rodanya langsung mendekat pada Melati dan berkata...

" Sayang, aku bantuin kamu masak ya..."

" Iya mas. "

" Sayang, kamu masak apa hari ini? "

" Getuk buat sarapan, buat makan siang dan makan malam, Mel masak bubur nasi, sayur sop, ikan goreng buat anak-anak. Buat kita berdua, Mel masak sambel terasi dan tempe goreng. Nggak apa-apa ya mas kalau kita berdua nggak makan ikan goreng? Ikannya cuma ada 3 dan di potong jadi 2 seperti biasa. 1 potong buat buat lauk makan siang, 1 potong lagi buat lauk makan malam. "

" Nggak apa-apa sayang. Sayang sini biar mas yang tumbuk-tumbuk singkong rebusnya dengan gula Merah. "

" Iya mas. "

Mereka berdua pun masak bersama-sama. Sedangkan ketiga anak-anak mereka sedang asyik bermain di ruang tamu. Saat Gibran sedang menumbuk-numbuk singkong rebus dan Melati menggoreng tempe sambil mengiris-iris sayur, Melati pun berkata...

" Mas, seharusnya singkong rebus tersebut nggak di tumbuk-tumbuk ya tapi giling pakai alat, pasti bagus deh bentuknya. "

" Kamu tenang aja sayang, 
nanti bentuk Getuk buatan mas, bagus bentuknya. "

" Benarkah? Memangnya mas Gibran mau bentuk apa getuknya? "

" Bentuk love. "

" Nanti bentuk love nya nggak sempurna loh mas. Mendingan bentuknya segi empat aja, kan tinggal diratain di loyang dan di potong-potong. "

" Itu udah biasa sayang, pokoknya getuk love buatan mas sempurna kok. Getuknya kan tinggal di cetak pakai cetakan kue lebaran yang bentuknya love itu sayang. "

" Iya ya mas. Kalau gitu Mel ambil cetakannya dulu ya mas. "

" Iya sayang. "

Sang Bintang (1-38 End).Where stories live. Discover now