Dila pov.
"Ning dila. abah memanggilmu?" sahut bibi atau mbok pengasuhku. aku yg sedang menderes hafalanku di sofa,kemudian bangkit lalu menaruh al-quran,lalu pergi menemui mbok yg sudah ada di depan pintu.
owh yh,perkenalkan aku siti khodijah fadila panggil saja aku dila,aku lebih suka tidak ada nama ning di depan namaku, ayahku seorang kyai besar dia bernama kyai afrizal ramadhan dan ibuku bernama siti marwa latifah.
Aku berkehidupan cukup disini,ayahku mendirikan pondok pesantren santriwati maupun santriawan, semua santri disini menghormatiku sama hal nya menghormati ayahku, tapi bagiku itu terlalu berlebihan. karena aku hanya ingin hidup sederhana tanpa ada kata profesi di kehidupanku.
Back to dila pov.
"Baiklah mbok,aku akan kesana" aku pergi lalu melihat abah dan umi ku sedang duduk di ruang tamu.
seperti biasa aku menyalami tiap punggung tangan orang tuaku,dan duduk di samping umi yg sedang tersenyum padaku.
"dila,abah sepertinya akan mengirimmu kesebuah pondok pesantren,agar kau bisa menimba ilmu lebih dan mampu untuk hidup mandiri,kau kan sudah cukup besar ning." abah mulai berkata dan aku hanya diam. aku menunduk lalu mencerna setiap perkataan abahku.
Selama ini,aku tak bisa pisah dari keluargaku,sepertinya memang anak bungsu tak akan pernah bisa lepas dari keluarganya. Aku mempunyai kaka laki-laki dan dia sedang menimba ilmu di sebuah pondok pesantren ternama.
"muhun,abah ning setuju" ucapku sedikit menekan kata setuju tapi hatiku tak setuju.
Umi menatapku,"ning geulis,ning yakin dengan perkataan ning tdi". sekali lgi aku mengangguk mengiyakan.
abah tersenyum senang,"baiklah besok adalah hari pemberangkatanmu,abah harap kau bisa lebih bersemangat disana"
"Ini yg ku mau,hidup bebas kau beruntung dila,akhirnya aku bisa keluar,walau status ning masih melekat di diriku,sampai kapanpun" batinku senang. .
pertemuan keluarga itu selesai,dan sekarang aku merasa malas di dalam rumah,hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kobong santriawati. Tak mungkin juga ke kobong santriawan.
Disana ada temanku rini,dia teman seprofesi abahku. Aku tersenyum menatap dia yg sedang asyik menghafal tiap bait al-quran,dengan intonasi yg lembut dan enak untuk di dengar.
"assalamualaikum,rini" kataku ramah dan dia menoleh lalu tersenyum.
"Ning dila,sini kemarilah kau sudah lama disitu?" dia menepuk nepuk bangku di sebelahnya,lalu aku mulai duduk disana. "Aku sudah lama disini, kau saja yg tak menggubrisku" celotehku asal.
"Aish,,ning dila maaf klau aku tak melihatmu tadi,aku sedang larut dalam hafalanku" mohon rini dan aku tertawa.
"Tidak usah seperti itu rini,kau teman terbaikku masa aku ingin memarahimu" laluku dan rini tersenyum.
Aku teringat soal aku akan diasingkan besok di sebuah ponpes."rini aku harus pergi,dan sepertinya lama untuk kembali, abah memutuskan untuk aku pergi menimba ilmu di salah satu ponpes,maafkan aku rini sepertinya aku harus pergi". ucapku sedih dan aku melihat raut wajah rini yg berubah menjadi sedih..
"berangkatlah ning,tidak masalah aku akan selalu menantimu disini,tapi janji kau tak akan melupakanku?", aku mengangguk lalu memeluknya tanda perpisahan.
" aku akan merindukan semua nya tentang mu rini". "Aku juga sama" lalu pelukan itu di akhiri dengan hal nya rini yg mencoba untuk tersenyum.
"Kapan ning berangkat?" tanya rini. "Lusa,aku berangkat" ucapku.
bukan rini kalau tidak usil,"salamkan, aku ke salah satu kang santri sana yh"usil rini dan aku tertawa lalu mengangguk.
"Kalau perlu ke semua kang santri,hey kau ini rini,sudah punya satu, ingin menambah lgi". Rini memasang wajah cemberut.
" aku tak menyukai kang hilman,dia saja yg mengejar ngejarku"pd nya.
"Bukannya kau saling mencintai?". Rini mengangguk malu.
disana kita habiskan waktu berdua hingga tak ku rasa adzan ashar mulai berkomandang.
" hayu ning kita sholat ashar berjamaah,aku ngga mau kalau kita sampai telat lagi,,abah pasti akan mentakdzir kita berdua nantinya"ucap rini lalu diangguki olehku.
semua santri pun mulai masuk kedalam masjid lalu mulai melaksanakan sholat ashar berjamaah.
Ke esokannya!!!.
YOU ARE READING
Cinta pertama di pondok pesantren
Fanfiction"Aku mencintainya. .bagaimana bisa di kala sedang menuntut ilmu. dia datang di hadapanku". ning dila aku seorang ning namaku siti khadijah fadila. .sebut saja aku dila. .keluargaku adalah kyai ternama di daerah ini. tapi aku hanya ingin menuntut ilm...
