Pagii....
Bagi sebagian orang pagi hari adalah waktu yang indah, semua janji kehidupan ditorehkan, takdir indah yang ditanti bagai didepan mata hanya tinggal menggapainya saja.
Namun, bagi Edelwies pagi adalah saat yang buruk, dimana janji lama bagai hembusan angin yang ditinggalkan oleh pemiliknya tanpa ingin kembali. Begitu juga dengan masa lalu.
Perkenalkan, dia Edelwies Putri Dewata, penulis buku roman picisan yang begitu mencintai senja, ingat bukan pagi. Banyak orang yang mengira orang tua El begitu mencintai bunga Edelwies hingga menamainya Edelwies. Namun prasangka kalian salah, nama ini didapat dari Almarhum Neneknya yang telah tiada 10 tahun yang lalu.
Kata beliau, edelwies adalah lambang keabadian, dimana setiap orang yang mendapatkannya akan bertemu cinta sejatinya. Namun bukan berarti El percaya begitu saja. Bunga tetaplah bunga. Tidak ada yang istimewa, pikirnya dari dulu sampai sekarang tak pernah berubah.
Minggu, 15 September 2019
CITEȘTI
The Promise of Life
DragostePernahkah kalian bingung memilih tujuan hidup? Pernahkah kalian takut menghadapi hari hari? Apakah semua itu mudah? Pertanyaan demi pertanyaan selalu datang setiap kali pagi hari datang. Hingga.... hari itu tiba, goresan masa lalu bagai perisai yang...
