Bagian 1

32 2 3
                                        

My dreams 01

Memang aneh dan tidak masuk akal jika orang lain yang mengalami hal ini.
Semua itu terlihat sangat nyata.
Bahkan jika dipikir dengan logika tidak akan mungkin jika mimpi berlanjut terus menerus seperti yang aku alami saat ini.

*
Suasana kelas yang sangat ramai membuatku pusing, ya aku memang tidak suka keramayan.
Saat ini aku ada ditempat dudukku, sambil membuka buka buku pelajaran yang akan dipelajari  hari ini.
Namun betapa terkejutnya aku ketika seseorang datang lalu duduk didekatku.

Hah ternyata dia Lucky pacarku!

"sedang apa kamu?"tanyanya setelah duduk didekatku.
"emang gak keliatan ya aku lagi apa!"jawabku ketus kepadanya.
"iya maaf, kan cuma basa basi aja"jawabnya sambil menundukan kepalanya.

Entahlah, kenapa aku begitu jutek kepadanya, mungkin karena aku sedang kedatangan tamu.

Pelajaran sudah berjalan dari tadi, aku yang sedang fokus ke pelajaran tiba tiba ada seseorang yang memanggilku.

"Resya!!"
Aku menengokan kepalaku ke arah suara itu, ternyata itu temanku.

"ada apa?"jawabku kepadanya yang duduk dibelakang bangkuku.
"boleh aku pinjam buku catatanmu?"tanyanya sambil bisik bisik.
"tapi aku belum selesai nulis"ucapku sambil melihatkan bukuku kepadanya.
"nanti kalo udah semua aku pinjam ya"ucapnya sambil memohon.
"hmmm baiklah nanti aku pinjamkan"
"ok terimakasih"ucapnya sambil tersenyum manis.

*
Aku melangkahkan kaki ku dikoridor sekolah bersama seorang pria disampingku.
Siapa lagi kalau bukan pacarku lucky.
Kita memang sering pulang bersama.

"mau beli jajan dulu?"tanyanya dipertengahan jalan.
"hmmm boleh"jawabku sambil mengarahkan wajahku kepadanya.
"mau jajan apa?"tanyanya lagi kepadaku.
"hmmm aku pingin yang seger seger"ucapku memalingkan wajahku menghadap kedepan lagi.
"mau ke cafe coffie itu, disana ada yang seger seger"tanyanya sambil menunjukan ke sebuah cafe coffie shop disebrang sana.
Aku menganggukkan kepala menandakan setuju.

Kita memesan coffie capucino dingin dan juga coffie latte dingin.
Cafe ini benar benar indah, siapa pun yang datang akan betah berlama lama didalam sini.
Bukan hanya dekorannya saja yang indah namun udaranya juga sejuk dan tidak membosankan.

Ketika sedang melihat lihat seisi cafe ini tiba tiba mataku tertuju kepada seorang pria yang sedang duduk disebrang meja pojok sana.
Dia tidak asing bagiku, ya dia galih teman sekelasku.
Dia sedang bersama teman temannya dan juga perempuan perempuan yang sangat populer disekolah.

Galih adalah pria populer disekolah, gimana tidak populer, selain tampan dia juga anak basket kebanggaan dan selalu memenangkan perlombaan basket.
Banyak perempuan yang mendekatinya, mungkin hampir dari sebagian perempuan di sekolah menyukainya.

"ada apa?"
Spontan aku terkejur karena lucky menggibas gibaskan tangannya ke depan wajahku.

"ah t-tidak apa apa"ucapku sambil mengalihkan pandanganku ke meja.
Tak lama pesanan coffie kita datang, aku meminum coffie pesananku.
Sesekali aku melihat Galih yang ada disana.
Entah apa yang aku pikirkan, tapi yang pasti dia benar benar tampan.

"kenapa ini? kenapa aku jadi memperhatikannya"gumamku.
"hmm lucky kita pulang yu, udah sorenih"ajaku kepadanya.
"lah kan kita belum lama duduk"ucapnya.
"aku cape lucky,aku mau istirahat"pekiku kepadanya.
"ah baiklah ayo kita pulang"jawabnya sambil bediri dan memegang tanganku keluar dari caffe ini.

Kita berjalan sampai halte bus, disini aku dan lucky berpisah, dia tidak menaiki bus karena rumahnya dekat.

"hati hati dijalan ya"ucapnya sambil mencium keningku.
"hmm kamu juga hati hati ya"jawabku.
"iyah, ah itu busnya udah datang"ucapnya sambil menunjuk kearah bus yang datang.
"hmm kalo gitu aku berangkat ya, dah"ucapku kepadanya sambil melambaikan tanganku.
Dia melambaikan tangannya kepadaku saat aku sudah ada didalam kursi bus.
Tak lupa juga aku melambaikan tanganku kepadanya.

Sekitar 1 jam lamanya aku duduk didalam bus ini, di perjalanan aku menikmati musik dari handponku dengan earphone yang memasang ditelingaku.
Akhirnya bus ini berhenti di halte tujuanku, aku turun dari bus lalu melanjutkan perjalananku dengan melangkahkan kaki ditrotoar jalan.

Masih dengan earphone yang ada ditelingaku aku tidak mendengar apapun kecuali musik yang sedang aku putar sekarang.
Tiba tiba ada yang menarik earphoneku dengan kuat, hingga aku terkejut dan melihat siapa orang yang sudah menarik earphoneku.

"maaf terlalu keras ya aku menariknya, habis dipanggilin dari tadi gak nyaut nyaut"ucapnya dengan posisi berdiri disampingku.
"ah t-tidak apa apa, seharusnya aku yang minta maaf karena tidak mendengarmu"jawabku.
"hmm ada apa galih kenapa kamu ada disini?"lanjuku kepdanya.
"ah aku hanya kebetulan lewat saja, ouh kamu sendiri sedang apa disini?"
"rumahku memang ada disekitar sini"
"ouh benarkah, padahal kita sekelas ya tapi aku baru tau kalo rumahmu ada disekitar sini"ucapnya sambil menggaruk garuk belakang kepalnya yang tidak gatal.
"haha iya kan kita juga tidak begitu dekat"ucapku.
"ya gimana mau deket orang kamunya aja sama lucky mulu"jawabnya.
"ah ya diakan pacarku ya jadi wajar kalo aku sama dia terus"
"hmm emang gak bosen, kali kali gabung sama teman teman yang lain"
"ah i-iya kapan kapan aku gabung sama yang lain"ucapku gugup.
"hmm kalo gitu aku duluan ya"ucapku dengan hendak beranjak pergi.
"ah baiklah hati hati Resya"ucapnya dengan nada sedikit berteriak.
Aku hanya tersenyum melihatnya hingga aku memutuskan untuk melanjutkan perjalananku.

*
Pagi ini benar benar membuatku malas untuk pergi ke sekolah.
Ah entahlah mungkin gara gara tadi malam aku memimpikannya.
Aneh memang, kenapa aku bisa memimpikan dia, dan sepertinya itu sangat nyata.
Dengan sekuat tenaga aku bangun dari ranjangku, aku melawan rasa malas ku dengan pergi ke kamar mandi.

Setelah siap aku turun kebawah untuk sarapan.
"pagi mah"
"hmm pagi sayang, gimana tidurmu nyenyak?"
"ah sedikit nyenyak"ucapku sambil memakan makananku.
"sedikit? Ada apa sayang apa kamu bermimpi buruk?"tanya khawatir.
"ah tidak mah, mimpiku bagus malam ini malah lebih bagus dari hari hari sebelumnya"jawabku.
"benarkah, syukurlah kalo begitu"

ya memang seperti ini mamahku jika aku tidak bisa tidur atau aku bermimpi buruk.
mamah sangat khawatir jika aku sampai mengalami seperti itu, ya karena dokter bilang aku akan memiliki pikiran yang sangat istimewa. Entah apa pikiran yang dimaksud aku juga bingung, tapi aku tidak begitu memikirkannya.

Setelah selesai makan aku berangkat untuk pergi kesekolah.
"mah aku berangkat ya" teriakku sebari melangkahkan kaki menuju pintu.
"iya hati-hati"ucapnya dari arah dapur.

****
Terima kasih sudah membaca
Ini baru awalannya
Tapi aku yakin ini sangat seru
Karena aku bawa dari cerita temanku
Ya meski ada sedikit yg aku ubah
Tapi tidak semuanya kok!
Sampai ketemu diepisode selanjutnya!!!

My DreamsWhere stories live. Discover now