Semenanjung Malaka, tahun 2020.
"Aku bukanlah siapa-siapa, melainkan hanya sebuah hantu tanpa nama." Ucap pria tua yang duduk dengan tangan diborgol.
"Lantas mengapa anda melakukan banyak sekali pembunuhan kepada para pejabat Korup?" Ucap Wanita muda dengan rambut sebahu sembari memainkan pena lengkap dengan kertas kosong, yang ku pikir itu adalah kertas kerjanya.
Sementara itu, di belakang wanita itu
Ada 2 pengawas yang berjaga bersebelahan dengan senjata laras panjang.
"Mereka Pantas MATI! Para Bedebah itu, pantas menerima Hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka."
"Mengapa? Padahal urusan Mati dan Hidup adalah kehendak Tuhan." Ucapnya menolak Ocehan Pria itu.
"Kehendak Tuhan itu hanyalah mengurus Ajal mereka, untuk mengirim mereka ke Tuhan ?
yah terserah Saya." Ucap Pria tersebut, membuat tertegun beberapa pengawas yang sedang berjaga beserta wanita muda itu.
"Aku akan menceritakan mengapa aku menjadi seperti ini." Lanjut Pria tersebut, sembari matanya menatap sayup, jauh ke depan seperti menerawang dan membawanya kepada kejadian di masa lalunya.
-- 3 Tahun yang lalu --
17 November 2017, Semenanjung Malaka.
***
Hujan turun dengan deras, membasahi tubuh seorang Pria yang saat itu sedang membawa sebuah tas dan sedang berlari mencari tempat untuk berteduh.
Hingga akhirnya dia menemukan sebuah kedai, tak jauh dari tempatnya berlari.
*kring...* suara pintu terbuka.
Yang kemudian dilihat oleh Pegawai Kedai beserta orang-orang disekitarnya.
"Permisi Pak, Anda sepertinya Basah Sekali" Ucap Pegawai kedai tersebut, sembari berlari-lari kecil membawa handuk.
"Terima kasih." Ucap Pria tersebut mengambil handuk yang sudah dia tawarkan tadi.
Pria tersebut kemudian duduk di Pojok Ruangan Kedai tersebut.
"Kedai yang sederhana, hanya memiliki beberapa Pelanggan. Mungkin mereka orang yang sedang menunggu Hujan Reda" Mata Pria tersebut mulai terlihat sayup, seperti Sedang Melamun, tatapannya seolah mengajak untuk berbicara dan menyelidik lebih jauh. Apa saja yang sudah Pria tersebut lewati hingga datang ke sini.
"Apakah Anda ingin Kopi?" Ucap Sang Pegawai menawarkan sesuatu yang kemudian seperti menghamburkan lamunannya.
"Tidak, Saya ingin Teh Hangat." Ucap Pria tersebut, seakan sudah tersadar dari lamunannya yang tadi.
"Apakah Anda ingin Cemilan?"
"Tidak, Saya ingin Daging yang Besar."
"Maaf, tapi disini tidak menjual sesuatu yang seperti it--"
"Bukankah kau sudah mengerti maksud Perkataanku?" Ucap Pria tersebut memotong Ucapan yang bahkan belum selesai dari sang pegawai.
"Maaf akan ketidaksopananku, sepertinya Anda adalah Tamu Kehormatan Tuanku, Mari Saya antarkan ke tempat Tuanku, disana Beliau sudah menunggumu. Silahkan ikut denganku." Ucapnya sembari berjalan, sementara Pria itu mengikuti dari belakang.
**
"Lantas apa yang terjadi selanjutnya?" Ucap Wanita Muda itu yang membuyarkan alur cerita Pria itu. Sedangkan Dia sibuk menulis dengan Pena dan Kertas Kerjanya diatas meja Kusam penuh bekas Noda Darah, yang bisa membuat orang lain berpikir bahwa itu adalah bekas Noda Seorang Narapidana yang di Introgasi dengan Kasar.
"Woo Tenanglah Nona, Bisa kita lanjutkan? Dan jangan lagi menyela, bukankah Aku adalah Saksi yang berharga dalam cerita ini?" Ucap Pria itu.
**
"Kita sudah sampai." ucap Pelayan itu memberi jalan kepada Pria tersebut sembari membukakan Pintu.
"Akhirnya, Kau datang Juga, Silahkan Menikmati Beberapa Hidangan. Karna Aku sebagai Tuan Rumah yang akan menyambutmu Langsung disini."
Ucap Suara Serak dari Pojok Ruangan Remang-Remang.
"Bagaimana Aku bisa menikmati Hidangan bilamana Ruanganmu saja Gelap Begini?" Ucap Pria itu protes.
"Oh, tenang saja, Sebentar lagi juga Terang dan Kau akan menikmati Hidangannya."
"Apa yang kau maks—"
BRUK!! Pria Tersebut Ambruk dengan Cepat seperti sebuah Patung yang dirobohkan.
"Kerja Bagus, sekarang Siapkan Dia untuk makan bersama kita dalam Hidangan BERSAMA!!" Ucap Pria bersuara Serak dengan nada Tinggi.
"KITA PESTA MALAM INI !" Lanjutnya.
Bersambung
YOU ARE READING
Hacker VS Police
Actionini adalah kisah tentang penyempurnaan dari kisah HVP sebelumnya, mengingat selama 1 tahun kemarin. Saya selaku Owner meminta maaf kepada kalian, karna saya merasa telah gagal menulis cerita itu. kali ini, Saya selaku Owner, akan membuat cerita HVP...
