Setelah 7 tahun meninggalkan rumahnya, Yeonhye akhirnya memilih untuk kembali pulang. Ia kembali karena sang bunda terus menghubunginya dan mengatakan bahwa ayahnya dalam kondisi kesehatan yang tak baik. Selain itu, ia juga merasa perlu keluarga disekitarnya setelah melewati beberapa masalah besar belakangan ini. Ia memutuskan untuk berbaikkan dengan keluarganya.
"Kau yakin akan pulang?"
Yeonhye sedang bertelepon dengan sahabatnya, Han Seohee. Sahabat yang selalu ada untuknya, namun setelah menikah ia harus tinggal bersama suaminya di Busan.
"Ne." jawab Yeonhye. "Hubunganku dengan ayah tak begitu baik. Jadi, ku pikir akan lebih baik jika aku memperbaikinya sekarang."
"Kau bertengkar?"
"Ne... ayah tak menyetujui keputusanku dan aku bertengkar karena saat itu aku merasa ia sangat menghalangi jalan masa depanku."
"Lalu sekarang?"
"Ku rasa, ayah benar tentang hidupku." Jelas Yeonhye. "Tapi, setidaknya aku juga tidak salah jika ingin bekerja dan hidup sendiri di Seoul." Cerita Yeonhye, tangannya masih sibuk melipat pakaian.
"Saat itu ayahmu pasti sangat mengkhawatirkanmu."
"Ne." jawab Yeonhye. "Mungkin saja, tapi kadang aku meragukannya karena ia tak memperlihatkannya. Tapi aku mengerti sekarang."
"Jika kau semakin dewasa kau akan semakin mengerti." Ujar Seohee. "Ku rasa pepatah itu benar terjadi padamu."
"Tentu saja." Yeonhye tersenyum. "Banyak hal yang telah mengubahku, karena itu bertengkar dengan orang tua bukanlah hal yang baik."
"Oh ya, bagaimana dengan lelakimu?" Seohee tiba - tiba ingat dengan lelaki yang pernah di kenalkan Yeonhye padanya beberapa waktu lalu.
"Siapa?"
"Pria yang kau ceritakan padaku waktu itu."
"Ah... dia akan menikah."
"MWO!!!"
"Aku dengannya sudah berakhir, dan sekarang ia akan menikah." Jelas Yeonhye.
"Kasihan sekali kau, Yeonie ya.."
"Kau... berani sekali mengasihaniku!!" omel Yeonhye disambut tawa oleh Seohee. "Aku harus bersiap - siap dulu, annyeong."
Belum sempat Seohee menjawab salam, Yeonhye sudah menutup panggilan telponnya dengan cepat. Mereka bersahabat sejak SMP, hampir 15 tahun berlalu mereka masih saling berkomunikasi dan menjaga persahabatan mereka berdua.
Yeonhye berdiri di balkon kamarnya dan menatap pemandangan malam kota Seoul. Sejujurnya, ia tak ingin membicarakan masalah besar yang ia alami belakangan ini pada Seohee ataupun orang tuanya. Kekasih yang di bicarakan Seohee adalah lelaki yang begitu ia cintai. Dan selama ini ia berpikir kalau lelaki itu juga mencintainya dengan tulus. Mereka bahkan sempat tinggal bersama, Yeonhye hanya tinggal menunggu pria itu melamarnya.
Seminggu lalu pria itu datang padanya dan membuat pengakuan yang mengejutkan. Dia telah menghamili seseorang dan mereka akan menikah. Ia mengatakan bahwa selama ini kebersamaan mereka bukan karena cinta melainkan karena kasihan. Yeonhye hanya bisa menghela napas berat beberapa kali, ia sudah menangis berhari - hari yang tersisa kini hanya hati yang hampa.
***
Gwangju...
Perjalanan 3 jam dari Seoul dengan mengendarai mobil sendiri membuat Yeonhye agak lelah. Ia berhenti disebuah taman dekat Sekolah Dasar tempat ia bersekolah dulu. Gedung itu terlihat masih sama, walaupun ada beberapa tambahan dan taman yang semakin rindang dan indah. Mata Yeonhye tertuju pada ayunan, ia ingat betapa sering ia bermain disana saat masih kanak - kanak.
DU LIEST GERADE
YOUR MAN
Fan-FictionI have ten thousand reasons I will never fail to tell you I love you I'm willing to trade my everything for you Anything to make you smile
